Zelensky di Ambang Benturan dengan Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i198522-zelensky_di_ambang_benturan_dengan_trump
Pars Today - Bloomberg dalam sebuah laporan dengan menyebut berlanjutnya serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia meskipun ada kesepakatan minyak terbaru Donald Trump dengan Vladimir Putin untuk menerbitkan izin sementara impor solar dari Moskow ke Washington, menulis, "Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, menghadapi risiko melemahnya hubungan dengan Presiden Amerika Serikat."
(last modified 2026-10-13T04:32:00+00:00 )
Okt 13, 2026 11:29 Asia/Jakarta
  • Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina dan Donald Trump, Presiden AS
    Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina dan Donald Trump, Presiden AS

Pars Today - Bloomberg dalam sebuah laporan dengan menyebut berlanjutnya serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia meskipun ada kesepakatan minyak terbaru Donald Trump dengan Vladimir Putin untuk menerbitkan izin sementara impor solar dari Moskow ke Washington, menulis, "Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, menghadapi risiko melemahnya hubungan dengan Presiden Amerika Serikat."

Menurut laporan IRNA, Selasa, 13 Oktober 2026, dalam laporan Bloomberg dengan menyebut bahwa Trump pada hari Sabtu (10/10) kepada para wartawan mengatakan bahwa Zelensky bisa berkali-kali menyelesaikan konflik dengan Rusia tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya, disebutkan, "Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa Ukraina membutuhkan kepemimpinan baru dan menuntut penghentian serangan Kyiv terhadap kilang-kilang minyak Rusia."

Berdasarkan laporan ini, Zelensky menghadapi risiko melemahnya hubungan dengan Trump dan ia berada di jalur konfrontasi dengan Presiden Amerika Serikat.

Laporan ini menambahkan, "Situasi ini berbahaya bagi Kyiv karena negara ini masih bergantung pada pembelian senjata dari Amerika Serikat serta kerja sama intelijen dan keamanan dengan Washington, khususnya mengenai pergerakan pasukan Rusia serta serangan rudal dan drone."

Dalam lanjutan laporan Bloomberg disebutkan, "Meskipun Presiden Ukraina sebelumnya telah menunjukkan bahwa ia dapat bertahan melawan Trump dan menanggung konsekuensi langsungnya, konfrontasinya kembali dengan Presiden Amerika Serikat dalam kondisi ketika negaranya berada di ambang memasuki musim dingin kelima sejak dimulainya perang di negara itu, dapat menjadi lebih berbahaya."

Berdasarkan laporan ini, Ukraina menghadapi kekurangan rudal pencegat buatan Amerika untuk sistem pertahanan udara "Patriot" yang merupakan satu-satunya cara efektif negara itu untuk menembak jatuh rudal balistik, dan bahkan meskipun sekutu-sekutu Eropa negara itu telah menanggung sebagian besar biaya bantuan militer, tentara Ukraina masih bergantung pada senjata serta intelijen Amerika lainnya.

Laporan ini dalam lanjutan dengan menyatakan bahwa Moskow bahkan setelah kesepakatan minyak terbaru Trump dengan Putin untuk menerbitkan izin sementara ekspor solar Rusia ke Amerika, tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan serangannya terhadap Ukraina, menambahkan, "Tekanan militer ini bersamaan dengan serangan Rusia di Laut Hitam, mengganggu jalur ekspor maritim Ukraina melalui laut ini dan membahayakan sumber pendapatan penting Kyiv."

Bloomberg juga dengan menyebut bahwa sejak Trump kembali ke Gedung Putih dengan janji mengakhiri perang Ukraina secara cepat, ketegangan antara dirinya dan Zelensky muncul dan mereda, melanjutkan, "Namun sementara Ukraina saat ini juga menghadapi kekurangan sumber daya keuangan yang parah, kali ini serangan verbal Trump mungkin menempatkan Kyiv dalam posisi politik yang jauh lebih berbahaya."

"Bloomberg melaporkan bahwa Volodymyr Zelensky menghadapi risiko melemahnya hubungan dengan Presiden AS Donald Trump, yang menuntut penghentian serangan Kyiv terhadap kilang minyak Rusia dan menyatakan Ukraina membutuhkan kepemimpinan baru. Zelensky berada di jalur konfrontasi dengan Trump, yang berbahaya bagi Kyiv karena masih bergantung pada senjata, intelijen, dan kerja sama keamanan AS."(Sail)