Rusia Peringatkan Negara-negara Pendukung Pemberontak Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i20323-rusia_peringatkan_negara_negara_pendukung_pemberontak_suriah
Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan negara-negara pendukung kelompok bersenjata yang menamakan diri pemberontak Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 12, 2016 11:57 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov, Menlu Rusia
    Sergei Lavrov, Menlu Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan negara-negara pendukung kelompok bersenjata yang menamakan diri pemberontak Suriah.

IRNA (12/9) melaporkan, Sergei Lavrov, Menlu Rusia, Senin (12/9) memperingatkan negara-negara pendukung kelompok pemberontak Suriah untuk mempengaruhi perundingan damai dan menuturkan, sejumlah negara, dengan langkah provokatifnya, berusaha menetapkan kelompok bernama "Komite Tinggi Perundingan Dukungan Saudi" sebagai satu-satunya kelompok yang menghimpun seluruh pemberontak Suriah yang siap berdialog dalam perundingan damai Suriah.

Lavrov menambahkan, negara-negara pendukung pemberontak Suriah juga berusaha untuk melegitimasi "Komite Tinggi Perundingan Dukungan Saudi" dengan cara mengundang Dewan Keamanan PBB. Langkah ini melanggar keputusan-keputusan yang sudah disepakati sebelumnya.

Menlu Rusia menjelaskan, sementara berdasarkan resolusi 2254 DK PBB, perundingan damai Suriah harus bersifat internal dan komprehensif serta diikuti oleh semua kelompok Suriah termasuk kelompok-kelompok yang dibentuk di Kairo, Moskow dan Riyadh.

Lavrov juga menekankan penyelesaian politik krisis Suriah dan meminta negara-negara pendukung pemberontak Suriah untuk tidak hanya mengejar ambisi-ambisinya saja, tapi juga memikirkan masa depan Suriah dan persatuan negara ini.

Pasca kegagalan proyek lima tahun sejumlah negara Barat dan Arab khususnya Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap Suriah, Washington, Maret lalu terpaksa menerima strategi Rusia dan Iran terkait gencatan senjata di Suriah, namun kelompok-kelompok bersenjata dukungan Riyadh yang bekerjasama dengan kelompok teroris Daesh dan Front Al Nusra, berusaha melanggengkan peperangan. (HS)