Cina dan Rusia Gelar Latihan Militer Bersama
Cina dan Rusia memulai latihan militer bersama di Laut Cina Selatan selama delapan hari sejak Senin (12/9).
Juru bicara Angkatan Laut Cina, Lian Yang, mengatakan latihan gabungan ini akan berfokus pada "merebut dan mengendalikan" kepulauan.
Latihan ini akan melibatkan kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, helikopter, amfibi lapis baja, dan pasukan marinir dari AL kedua negara.
"Dibandingkan latihan gabungan sebelumnya, latihan ini akan lebih dalam dan luas dari segi organisasi, tugas, dan komandonya," ujar Lian, sebagaimana dilansir AFP, Minggu (11/9).
CNN melaporkan, latihan bersama ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia pasca-putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) mengenai Laut Cina Selatan.
PCA menyatakan klaim Cina atas 90 persen wilayah Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum. Pulau buatan Cina di perairan Laut Cina Selatan juga dinyatakan ilegal.
Namun, Cina menolak keputusan tersebut, bahkan tak mengakui keberadaan pengadilan yang bermarkas di Den Haag, Belanda.
Beijing pun mengancam akan memberikan respons tertentu jika ada pihak yang menggunakan keputusan PCA untuk melakukan provokasi terhadap keamanan dan kepentingan Cina.
Sebelumnya, Agustus lalu, Beijing dan Moskow juga melakukan latihan militer bersama di perairan dan zona udara Peter the Great Gulf, sebelah selatan Vladivostok, kota Rusia yang terletak di dekat perbatasan Cina dan Korut. Latihan itu melibatkan 22 kapal, 20 pesawat, dan lebih dari 500 personel marinir.
Mei tahun lalu, kedua negara pertama kalinya melakukan latihan bersama di perairan Eropa, yaitu di Laut Hitam dan Mediterania. Ini merupakan latihan terjauh Cina dari tanah airnya sendiri.(PH)