Rusia Tolak Usulan Gencatan Senjata Baru AS di Suriah
-
Sergei Ryabkov, Deputi Menlu Rusia
Rusia menolak usulan Amerika Serikat soal gencatan senjata tujuh hari di Aleppo, Barat Laut Suriah.
Kantor berita Interfax (29/9) melaporkan, Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Kamis (29/9) mengumumkan, Moskow percaya penghentian perang selama tujuh hari di Aleppo tidak bisa diterima, pasalnya langkah tersebut membuka peluang bagi kelompok-kelompok teroris untuk memulihkan kekuatannya.
Sergei Ryabkov, Deputi Menlu Rusia menambahkan, Moskow menganggap statemen terbaru pejabat Amerika Serikat terkait Suriah sebagai dukungan atas terorisme.
Ia menegaskan, usulan Rusia tidak lain adalah gencatan senjata selama 48 jam di Aleppo.
Menurutnya, statemen pejabat Amerika, Rabu (28/9) terkait Suriah merupakan bentuk lain dari "kekacauan emosional".
Pada saat yang sama, Maria Zakharova, Juru Bicara Kemenlu Rusia dalam wawancara dengan surat kabar negara itu menuturkan, Moskow tidak berkewajiban menunjukkan niat baiknya di Suriah, Amerika dan sekutunyalah yang harus melakukan hal itu.
Zakharova melanjutkan, Amerika tidak menepati komitmennya dalam kerangka kesepakatan gencatan senjata dan mereka, setelah menghancurkan Irak dan Libya serta melanggar seluruh aturan terkait kehadiran militer di Timur Tengah, harus menunjukkan niat baiknya di Suriah.
Kemenlu Rusia, Rabu (28/9) membocorkan sebagian isi kesepakatan antara Moskow dan Washington dalam bahasa Rusia dan meminta Amerika mempublikasikan seluruh isi kesepakatan tersebut. (HS)