Turki Negosiasikan Operasi Militer di Raqqa dengan AS
-
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki
Presiden Turki mengabarkan negosiasi yang dilakukannya dengan Amerika Serikat terkait operasi bersama potensial untuk membebaskan Raqqa dari tangan kelompok teroris Daesh.
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki (18/10) mengatakan, Ankara saat ini tengah melakukan negosiasi dengan pejabat Amerika untuk merancang operasi militer bersama guna membebaskan Raqqa, "ibukota" Daesh di Suriah.
Erdogan juga mengulang kembali sikap interventif Turki terkait krisis di Suriah dan Irak.
"Saya berulangkali menegaskan kepada Amerika bahwa sayap Partai Buruh Kurdistan, PKK di Suriah, yaitu Partai Uni Demokratik Suriah, PYD dan Unit Proteksi Rakyat, YPG tidak boleh ikut serta dalam operasi pembebasan Raqqa," ujarnya.
Presiden Turki menyinggung operasi interventif bersandi "Perisai Eufrat" yang dilakukan pasukan negara itu di Utara Suriah dan menjelaskan, setelah mengeluarkan teroris Daesh dari Al Bab, anasir-anasir PYD dan YPG akan kami keluarkan dari Manbij.
Erdogan menerangkan, kehadiran pasukan Kurdi di Manbij dan Barat Sungai Eufrat tidak bisa diterima oleh Ankara.
"Tujuan kami adalah menciptakan zona aman seluas lima kilometer di Utara Suriah," imbuhnya.
Pada saat yang sama sejumlah partai politik Turki menentang kebijakan pemerintah Ankara dan mereka yakin bahwa Turki berulangkali secara langsung dan tidak langsung memberi dukungan kepada kelompok teroris Daesh. (HS)