Harapan Uni Eropa terhadap Donald Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i25744-harapan_uni_eropa_terhadap_donald_trump
Menteri luar negeri Uni Eropa di sidang mereka di Brussels menekankan presiden terpilih Amerika Serikat mematuhi perjanjian asing yang telah ditandatangani oleh Washington.
(last modified 2026-06-10T10:20:51+00:00 )
Nov 14, 2016 15:15 Asia/Jakarta
  • Harapan Uni Eropa terhadap Donald Trump

Menteri luar negeri Uni Eropa di sidang mereka di Brussels menekankan presiden terpilih Amerika Serikat mematuhi perjanjian asing yang telah ditandatangani oleh Washington.

Di sidang tak resmi para menlu 25 negara anggota Uni Eropa, Donald Trump diminta komitmen dengan berbagai perjanjian internasional termasuk perjanjian pengurangan emisi gas rumah kaca dan kesepakatan nuklir dengan Republik Islam Iran (JCPOA).

 

Sementara itu, sikap menteri luar negeri Inggris, Perancis dan Hungaria yang menolak menghadiri sidang ini mengindikasikan friksi di antara anggota terkait metode menyikapi kemenangan Trump di pilpres Amerika. Dalam hal ini, alasan absennya menlu Perancis dikatakan karena sidang ini bersamaan dengan peringatan peristiwa teror Paris. Meski demikian, Inggris dan Hungaria memilih absen di sidang Brussels kali ini untuk menghindari sikap menentang Trump seperti yang dipilih anggota lainnya.

 

Meski demikian terlepas dari friksi internal di Uni Eropa, mayoritas pemerintah Eropa mengaku khawatir dengan dampak kemenangan Trump di pilpres Amerika tahun ini. 70 hari lagi, Gedung Putih bakal diduduki oleh sosok yang mengabaikan kesepakatan seperti pakta perubahan iklim dan kesepakatan nuklir (JCPOA) serta berbicara mengenai pembubaran Pakta Partahanan Atlantik Utara (NATO). Trump juga menentang keras perjanjian perdagangan bebas termasuk dengan Eropa.

 

Statemen ini telah menciptakan kekhawatiran atas berlanjutnya kerjasama timbal balik Samudera Atlantik. Melemahnya dukungan Amerika dalam melindungi Eropa melalui NATO kian meningkatkan ancaman keamanan terhadap benua ini. Khususnya Eropa selama beberapa tahun terakhir semakin khawatir atas pengaruh Rusia yang semakin besar. Di sisi lain, Trump selama kampanye pemilu memberikan dukungan kuat kepada Rusia dan memuji kebijakan Presiden Vladimir Putin.

 

Sementara itu, pidato meragukan Trump terkait masa depan NATO dan komitmen Washington membela Eropa, khususnya negara-negara Eropa timur dan tetangga Rusia, kembali menggulirkan wacana pentingnya pembentukan tentara bersatu Eropa. Jerman dan Perancis sejak beberapa tahun lalu berusaha membentuk tentara bersatu di samping konvergensi politik, ekonomi dan sosial.

 

Kini dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa serta berkuasanya Trump di Washington, kendala pembentukan tentara bersatu ini semakin tipis. Meski masih banyak yang berpendapat pembentukan lembaga seperti ini akan melemahkan posisi NATO, isu tersebut masih memiliki pendukung yang sedikit, khususnya di Jerman.

 

Di sisi lain, isu lingkungan hidup bagi Eropa lebih penting ketimbang isu politik dan keamanan. Perjanjian iklim Paris yang baru-baru ini mulai terlihat dimensi implementasinya terancam dengan naiknya presiden baru Amerika. Jika negara ini sebagai produsen terbesar gas rumah kaca di dunia, keluar dari pakta Paris atau menolak melaksanakan komitmennya, maka umat manusia akan menghadapi ancaman serisu berupa pemanasan suhu udara di bumi dan dampak merusaknya.

 

Kondisi ini bakal menimbulkan dampak negatif bagi laju ekonomi dan kemanusiaan Eropa. Oleh karena itu, komitmen Washington terhadap perjanjian iklim Paris merupakan salah satu tuntutan utama Eropa terhadap presiden baru Amerika Serikat. (MF)