Lembaga Internasional Akui Daesh Gunakan Senjata Kimia di Suriah
-
serangan kimia di Suriah
Sebuah lembaga pengawas penggunaan senjata kimia internasional mengumumkan, anasir-anasir teroris Daesh memproduksi gas sulfur dan mustar kemudian menggunakannya dalam serangan di Suriah dan Irak.
Ahmet Uzumcu, Ketua Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW, Jumat (18/11) mengatakan, sampel-sampel yang berhasil dikumpulkan di Irak dan Suriah setelah melalui proses analisa di laboratorium, menunjukkan bahwa bahan tersebut diduga diproduksi sendiri oleh Daesh.
Uzumcu menambahkan, bahan kimia yang digunakan dalam serangan-serangan kelompok teroris Daesh memiliki kualitas rendah, namun tetap membahayakan.
Statemen Uzumcu ini disampaikan setelah Dewan Keamanan PBB memperpanjang masa tugas tim investigasi gabungan terkait serangan-serangan kimia di Suriah untuk setahun ke depan.
Sejak awal Agustus, katanya, dilaporkan terjadinya beberapa serangan gas klorin dan bahan kimia tak dikenal di Aleppo dan di sejumlah wilayah Utara Suriah seperti Idlib.
Ketua OPCW menerangkan, jumlah laporan terkait hal itu lebih dari 20 laporan, bahkan pada hari Kamis (17/11) pejabat Suriah menyampaikan beberapa laporan baru tentang serangan kimia yang dilancarkan terhadap pasukan negara itu.
Kementerian Luar Negeri Suriah sebelumnya dalam surat protes yang dilayangkan ke PBB menegaskan, PBB dan OPCW tidak bereaksi apapun menyikapi penggunaan senjata kimia oleh teroris di Aleppo.
Kelompok-kelompok teroris di beberapa wilayah Timur Aleppo dalam beberapa hari terakhir menembakkan mortir-mortir berbahan gas klorin ke wilayah Al Nirab dan sekitarnya serta melukai sejumlah tentara dan warga sipil Suriah.
Para teroris di dekat bandara internasional kota Aleppo juga menggunakan senjata kimia untuk menyerang pasukan Suriah, akibatnya 30 tentara Suriah mengalami gangguan sesak nafas.
Riyad Haddad, Dubes Suriah di Rusia mengatakan, kelompok-kelompok teroris mendapatkan senjata-senjata kimia dari negara-negara pendukungnya dan menggunakan senjata-senjata itu di Suriah. (HS)