Trump dan Keputusan Mempersenjatai Teroris Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i27478-trump_dan_keputusan_mempersenjatai_teroris_suriah
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat memberikan kewenangan kepada pemerintahan Donald Trump untuk mempersenjatai pemberontak Suriah dengan rudal anti-pesawat. Pemberontak yang didukung oleh Washington akan dipersenjatai dengan sistem rudal anti-pesawat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 05, 2016 10:41 Asia/Jakarta
  • Trump dan Keputusan Mempersenjatai Teroris Suriah

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat memberikan kewenangan kepada pemerintahan Donald Trump untuk mempersenjatai pemberontak Suriah dengan rudal anti-pesawat. Pemberontak yang didukung oleh Washington akan dipersenjatai dengan sistem rudal anti-pesawat.

Selama masa kampanye, Trump blak-blakan berbicara tentang keengganannya untuk terlibat dalam perang sipil di Suriah. Namun, ia sekarang mempertimbangkan para penasihat dan politisi garis keras untuk posisi kabinet, termasuk pensiunan Marinir Jenderal James Mattis sebagai menteri pertahanan.

Jenderal Mattis dikenal dalam lingkaran kebijakan militer dan luar negeri memiliki sikap agresif terhadap Suriah. Ketika berbicara di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Januari 2015, dia berpendapat bahwa waktu untuk mendukung "pemberontak moderat" untuk melawan pasukan Suriah akan hilang.

Transformasi Suriah dan manuver-manuver AS menunjukkan bahwa Washington tidak memiliki tujuan lain selain memperlemah militer dan pemerintah Suriah serta memperkuat teroris. Dalam hal ini, AS – dengan trik-trik seperti gencatan senjata dan pembagian teroris dalam kategori baik dan buruk – sedang mencoba untuk menjustifikasi kebijakan liciknya di sejumlah negara.

Selama beberapa bulan terakhir, militer Suriah mencapai kemajuan signifikan dalam menumpas teroris dan membersihkan daerah-daerah di Suriah dari keberadaan mereka. Tekad militer Suriah untuk menumpas habis teroris mengundang kekhawatiran para pendukung mereka termasuk AS. Dalam situasi seperti ini, Washington memutuskan untuk memperkuat teroris di Suriah dan mempersiapkan kondisi untuk pengiriman bantuan militer yang lebih besar kepada teroris.

Di masa lalu, AS juga mempersenjatai teroris dengan berbagai jenis senjata canggih dengan dalih menyalurkan bantuan kepada rakyat Suriah. Misi AS untuk membangun zona aman dan zona larangan terbang adalah untuk menciptakan wilayah yang aman bagi teroris.

AS dan negara-negara pendukung teroris gagal mencapai tujuannya untuk menegakkan zona larangan terbang di Suriah. Sekarang mereka berusaha mencapai ambisinya dengan membekali pemberontak Suriah dengan sistem rudal anti-pesawat.

Kebijakan seperti ini hanya akan memperburuk dimensi krisis di wilayah Timur Tengah termasuk di Suriah dan Irak. Mempersenjatai teroris dengan rudal anti-pesawat sama saja dengan mengancam keamanan internasional terutama di sektor kedirgantaraan dan menyediakan peluang kepada teroris untuk menargetkan pesawat penumpang sipil.

AS enggan berkerjasama dengan masyarakat internasional untuk menyelesaikan krisis Suriah secara politik. Mereka lebih memilih menebarkan ketakutan di dunia dengan mempersenjatai teroris dan memberikan bantuan militer kepada organisasi-organisasi teroris.

Tindakan AS hanya akan menambah jumlah korban sipil, menghancurkan infrastruktur Suriah, dan mendorong arus pengungsian yang lebih besar.

Penyebab utama krisis Suriah adalah intervensi asing, pendanaan dan pengiriman senjata kepada teroris, dan pengerahan teroris dari berbagai pelosok ke Suriah. Washington memainkan peran utama di hampir semua masalah tersebut. (RM)