Taliban Sebut Perundingan Damai, Permainan Politik
Kelompok Taliban menolak perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan dan memerintahkan seluruh anggotanya untuk terus berperang.
Kantor berita IRIB melaporkan, Taliban dalam sebuah pesan video, Selasa (13/12/2016) juga menekankan persatuan dengan kelompok Al Qaeda.
"Permintaan saat ini untuk perundingan damai benar-benar tidak jujur, tapi ini hanya sebuah permainan politik," tegas Taliban dalam pesannya itu.
Sebagian media sebelumnya melaporkan bahwa juru bicara Biro Politik Taliban di Qatar, Sohail Shaheen meminta negosiasi langsung dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri pertempuran dan menegakkan keamanan di Afghanistan.
Dia juga meminta pengakuan resmi terhadap kantor Biro Politik Taliban di Qatar demi membangun perdamaian di Afghanistan, dan penghapusan nama para senior Taliban dari daftar hitam PBB. (RM)