Ekspor Senjata Inggris ke Turki Tembus 330 Juta Pound
Inggris telah menjual senjata ke Turki senilai hampir 50 juta pound sterling.
Press TV melaporkan, menurut data statistik ekspor yang baru diterbitkan, Turki saat ini menjadi pembeli utama senjata Inggris dengan nilai 26 juta pound sterling dan lisensi ML13 yang berkaitan dengan ekspor pelat lapis baja, pelindung tubuh dan helm antara 1 Juli dan 30 September 2016.
Inggris juga menjual lisensi ML10, untuk pesawat, helikopter dan pesawat, Turki senilai 8,5 juta pound sterling, dan sekitar 4 juta pound sterling untuk lisensi ML4, pada rudal, bom dan "langkah-langkah balasan."
Secara total, Turki membeli senjata dari Inggris senilai 330 juta sejak tahun 2015 hingga tahun lalu. Oleh karena itu, Turki menjadi pasar prioritas untuk ekspor senjata Inggris.
Penjualan senjata meningkat di tengah kekhawatiran kemungkinan penggunaan senjata dalam pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintahan Erdogan.
Pekan lalu, anggota parlemen Turki memilih mendukung RUU reformasi kontroversial yang akan memberikan kekuasaan eksekutif tambahan untuk Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Berdasarkan mekanisme baru, yang masih harus diajukan ke referendum nasional untuk persetujuan akhir, Erdogan akan diizinkan memimpin Turki sampai 2029.
Paket reformasi konstitusi juga akan memungkinkan presiden untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat pemerintah atas kebijakannya sendiri.
Sejak kudeta yang gagal, lebih dari 125.000 orang telah dipecat atau ditangguhkan dari pekerjaan mereka dan hampir 40.000 orang lainnya ditangkap.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa oposisi pemerintah Ankara banyak yang disiksa di penjara.(PH)