Trump kembali Serang Kesepakatan Nuklir Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menyebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai sebuah kesepakatan yang paling buruk, yang pernah ia lihat.
Dia mengungkapkan hal itu dalam wawancara eksklusif dengan televisi Fox News, Jumat (27/1/2017) malam, sebagai kelanjutan dari kebijakan konfrontatifnya terhadap Iran. Demikian dikutip kantor berita IRIB.
Komentar non-diplomatis oleh Trump ini disampaikan ketika sejumlah laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PBB dan Dewan Keamanan mengkonfirmasi kepatuhan Iran terhadap semua komitmennya dalam JCPOA.
Menurut pengakuan Barat, AS selalu berupaya untuk merusak kesepakatan nuklir dengan Iran.
Sebelum ini, Trump dalam wawancara dengan surat kabar The Sunday Times Inggris, mengatakan ia tidak senang dengan kesepakatan nuklir dengan Iran dan menilainya sebagai salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dicapai.
Pada 15 Januari lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Abbas Araqchi mengatakan, AS dan beberapa negara lain berupaya maksimal untuk mencegah implementasi JCPOA dalam satu tahun terakhir.
"Iran melawan rintangan itu dan selalu berusaha menghapus hambatan," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, juga mengatakan jika Trump membatalkan JCPOA, maka ia akan dibuat terkejut. (RM)