Kunjungan Menhan baru AS ke Korea Selatan
-
Menhan AS, James Mattis
Menteri Pertahanan baru Amerika Serikat, James Mattis di lawatan luar negerinya yang pertama setelah menempati posisi ini bertolak ke Korea Selatan.
Dephan Korea Selatan di statemennya menyatakan, James Mattis di kunjungan dua harinya ke negara ini akan berunding dengan petinggi Seoul membicarakan isu program nuklir dan rudal Korea Utara termasuk penempatan sistem rudal THAAD.
Menhan AS dijadwalkan mengunjungi lokasi penempatan militer negara ini di distrik Yongsan. Beberapa hari lalu saat kontak telepon dengan sejawatnya dari Korsel, Mattis sepakat memperkuat kekuatan ofensif Seoul dalam menghadapi Korea Utara. Misi utama lawatan Mattis ke Korsel adalah melakukan lobi terkait penempatan sistem THAAD. Hal ini diprediksikan dapat memicu reaksi regional atas proyek militer kontroversial tersebut.
Menurut pandangan Korea Utara, penempatan sistem rudal THAAD di Korsel sebagai ancaman terbesar bagi keamanan nasional Pyongyang. Tujuan pemerintah AS di proyek ini adalah menciptakan perang syaraf terhadap Korut. Penempatan sistem rudal THAAD selain memicu reaksi negatif Korea Utara yang menganggap AS dan Korsel sebagai musuh utamanya, juga membangkitkan penentangan Cina serta Rusia.
Menurut perspektif Cina dan Rusia, penempatan sistem ini akan merusak konstelasi keamanan dan menciptakan tensi di hubungan berbagai negara kawasan. Isu penempatan sistem rudal THAAD di Korsel selain menuai reaksi regional juga diprotes luas oleh rakyat Korea Selatan sendiri. Selama beberapa hari terakhir, rakyat Korsel di berbagai kota di negara ini berulang kali menyuarakan penolakan mereka atas rencana penempatan sistem rudal ini dan menuntut peninjauan ulang di program tersebut.
Pasca voting parlemen yang menyetujui pemakzulan Presiden Park Geun-hye dari posisinya, terbuka peluang perubahan di keputusan Seoul terkait sistem rudal THAAD. Moon Jae-in, salah satu kandidat presiden Korsel di pemilu mendatang berjanji akan meninjau ulang rencana penempatan sistem rudal tersebut.
Ketika Korsel menghadapi instabilitas politik dan perpecahan di kubu berkuasa, menhan Amerika berkunjung ke Seoul untuk mempercepat proses penempatan sistem rudal THAAD di negara ini. Presiden AS, Donald Trump sebelumnya mengatakan, Jepang dan Korea Selatan harus menanggung biaya ketika menggunakan payung keamanan Washington, namun James Mattis menekankan bahwa Gedung Putih tidak akan meminta biaya lebih dari Seoul dan Tokyo.
Sementara itu, AS khawatir melemahnya kerjasama negara ini dengan sejumlah negara Asia Timur termasuk Korea Selatan dan Jepang, akan memperkuat pengaruh Rusia serta Cina dan kian kuatnya kerjasama keamanan mereka dengan negara kawasan. Oleh karena itu, Mattis setelah menjanjikan pengokohan kerjasama keamanan dengan Korsel dan penempatan sistem rudal THAAD, ia langsung bertolak ke Jepang untuk menyampaikan pesan ini kepada pemerintah Tokyo. (MF)