Uni Eropa Tekankan Solusi Krisis Ukraina
-
Federica Mogherini
Uni Eropa menekankan hal ini bahwa seluruh pihak yang terlibat di krisis Ukraina harus menjalankan secara penuh perjanjian Minsk yang ditujukan untuk menghidupkan kembali perdamaian di negara ini.
Kantor Berita AFP melaporkan, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini menandaskan, organisasi ini tetap tidak mengakui aneksasi Crimea oleh Rusia dan kesepakatan Minsk harus dijalankan secara penuh.
Mogherini saat menjawab desas desus terkait sikap pemerintah baru Amerika terkait kondisi Ukraina mengungkapkan, dirinya tidak akan merespon desas desus ini, namun demikian sikap Uni Eropa sangat jelas.
Sikap Uni Eropa ini dirilis di saat petinggi Ukraina tengah khawatir atas sikap lunak Donald Trump terhadap Rusia.
Statemen Mogherini terungkap ketika Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson menekankan tidak akan mengurangi sanksi anti Rusia kecuali perdamaian di Ukraina diterapkan secara penuh.
Bentrokan antara kubu oposisi dukungan Rusia dan militer Ukraina pekan lalu semakin intens dan sedikitnya 33 orang tewas.
Pasca tumbangnya pemerintahan Ukraina di tahun 2014 dan berkuasanya pemerintahan pro Barat di negara ini, bentrokan antara kubu oposisi dan pasukan pemerintah meletus.
Instabilitas di timur Ukraina telah menewaskan lebih dari 9800 orang dan menciderai sekitar 21 ribu lainnya. (MF)