Juncker Peringatkan Eskalasi Friksi di Uni Eropa
-
Uni Eropa
Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker memperingatkan dampak negatif dari eskalasi friksi di Uni Eropa.
Seperti dilaporkan AFP dari Brussels, Jean-Claude Juncker Jumat (10/3) menyatakan, tujuan Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa bukan awal dari pembagian timur dan barat benua ini.
Presiden Komisi Eropa menambahkan, implementasi Brexit bukan ditujukan untuk menciptakan tembok baru antara negara-negara benua Eropa.
Juncker juga menyambut berlanjutnya kerja sama Uni Eropa dengan Inggris.
Petinggi Uni Eropa berencana merilis statemen resmi pada 25 Maret 2017 bertepatan dengan peringatan ke 60 Statuta Roma.
Sejumlah negara Eropa timur termasuk Polandia dan Hongaria memperingatkan eskalasi friksi dan ketidaksamaan di Uni Eropa. (MF)