NATO: Pasukan di Estonia Balasan untuk Rusia Duduki Krimea
Komandan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO di Eropa mengklaim, kehadiran pasukan NATO dan Amerika Serikat di Estonia adalah balasan bagi serangan Rusia atas Krimea dan Ukraina.
IRNA (15/3) melaporkan, Jenderal Curtis Michael Scaparrotti, Komandan NATO di Eropa yang tengah berada di Estonia dalam jumpa persnya mengatakan, kehadiran pasukan kami di Estonia dan digelarnya manuver serta latihan militer di wilayah ini adalah persiapan untuk melindungi dan melaksanakan aksi balasan.
Komandan NATO itu menambahkan, dengan maksud untuk mendukung Estonia, negara sekutu kami, pasukan NATO yang ada di Estonia menggantikan pasukan sebelumnya dalam kerangka operasi Atlantic Resolve dan kami akan memperkuat infrastruktur militer negara ini.
Staf gabungan angkatan bersenjata Estonia bulan lalu mengabarkan masuknya paket besar persenjataan dan amunisi militer Amerika.
Pasukan Amerika hingga musim semi mendatang akan berada di Estonia untuk menggantikan pasukan NATO yang akan menempatkan 1200 tentaranya di negara pesisir Laut Baltik ini.
Amerika dan NATO sejak tahun 2014 dengan menerapkan strategi pengaruh militer di Eropa Timur, menempatkan sistem-sistem rudalnya di Polandia dan Rumania, juga menempatkan pasukan secara sementara atau permanen di tiga negara Laut Baltik termasuk Estonia, Latvia yang berbatasan dengan Rusia, dan Lithuania, dan pada saat yang bersamaan Georgia dan Moldova.
Sebaliknya Rusia mengumumkan akan mengerahkan seluruh kemampuan pertahanan dan perencanaan strategisnya untuk menghadapi ancaman-ancaman militer Barat yang terus meningkat. (HS)