Uni Eropa dan Turki Diminta Terus Jalin Kerjasama
Komisaris Uni Eropa untuk Migrasi, Dalam Negeri dan Kewarganegaraan, Dimitris Avramopoulos meminta Uni Eropa dan Turki untuk terus bekerjasama di tengah ketegangan hubungan kedua pihak.
Seperti dilansir media Sputnik, Avramopoulos dalam pernyataan, Sabtu (18/3/2017) mengatakan, Eropa dan Turki harus terus bekerja sama untuk mengelola migrasi, melawan terorisme dan memastikan perdamaian di kawasan, di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Ankara dan beberapa negara Eropa.
"Turki dan Uni Eropa sama-sama membutuhkan, jadi kedua pihak harus memikirkan kepentingan bersama mereka," tambahnya.
Menurut Avramopoulos, hubungan Uni Eropa dan Turki punya akar sejarah dan kedua pihak harus fokus pada kepentingan kolektif serta menghindari situasi yang dapat merusak kerjasama bilateral.
Namun, lembaga-lembaga HAM dunia menilai kesepakatan migrasi Uni Eropa-Turki sebagai penyebab pelanggaran hak-hak pengungsi. Pada Jumat kemarin, sejumlah lembaga HAM mengkritik kesepakatan yang bertujuan untuk menghentikan pengungsi mencapai daratan Eropa.
Kebijakan Uni Eropa menyebabkan pelanggaran luas terhadap hak-hak pengungsi. Kesepakatan itu secara serius membahayakan pengungsi dan orang-orang yang telah mengajukan suaka. (RM)