Upaya Cina Mencari Solusi Konflik AS-Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i36728-upaya_cina_mencari_solusi_konflik_as_korut
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri latihan militer dengan Korea Selatan di Semenanjung Korea demi meredam ketegangan lebih lanjut dengan Korea Utara.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 27, 2017 12:38 Asia/Jakarta
  • Upaya Cina Mencari Solusi Konflik AS-Korut

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri latihan militer dengan Korea Selatan di Semenanjung Korea demi meredam ketegangan lebih lanjut dengan Korea Utara.

Dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Jerman, Sigmar Gabriel di Berlin pada Rabu (26/4/2017), Wang mengatakan, "Kita harus menghentikan program nuklir Korea Utara dan juga latihan militer besar-besaran di perairan Semenanjung Korea."

Dia menandaskan bahwa berlanjutnya uji coba nuklir oleh Pyongyang adalah pelanggaran nyata terhadap resolusi PBB, dan manuver militer yang terus dilakukan di sekitar semenanjung juga tidak dalam semangat resolusi.

"Keamanan dan stabilitas sangat rapuh saat ini dan bahaya besar dari konflik baru bisa pecah setiap saat," ujar Wang.

Menurutnya, potensi untuk munculnya konflik baru sangat besar dan oleh karena itu, kami meminta semua pihak bersikap bijaksana dan menahan diri dari tindakan atau retorika yang dapat menyebabkan provokasi baru.

"Tugas yang paling mendesak saat ini adalah dimulainya kembali negosiasi dan semua pihak dalam konflik harus mengambil bagian," tegasnya.

Komentar menlu Cina tentang pentingnya menghentikan manuver militer AS-Korea Selatan di Semenanjung Korea, dilakukan dalam konteks upaya Beijing untuk membantu meredam ketegangan di kawasan itu.

AS telah mengambil langkah-langkah provokasi baru dengan tujuan mengintensifkan tekanan politik dan psikologis terhadap Korea Utara. Sejalan dengan itu, Gedung Putih mengerahkan armada perang canggih ke kawasan serta menggelar latihan bersama dengan Korea Selatan dan Jepang.

Situasi di Semenanjung Korea kian memanas setelah AS memasang sebagian dari peralatan sistem pertahanan rudal THAAD di wilayah Korea Selatan. AS bahkan selalu berbicara tentang semua opsi di atas meja termasuk serangan militer ke Korea Utara.

Dalam pandangan Pyongyang, kebijakan Washington telah merusak perimbangan di kawasan dan bentuk deklarasi perang terhadap Korea Utara. Para pejabat Pyongyang akan melakukan serangan nuklir jika mereka merasa terancam.

Pada dasarnya, kebijakan konfrontatif AS akan terus mendorong Korea Utara untuk melanjutkan uji coba rudal dan nuklir.

Pemerintah Cina dan banyak negara dunia mengkhawatirkan dampak kebijakan provokatif AS bagi kawasan dan dunia. Oleh sebab itu, sebagian dari isi pembicaraan antara menlu Cina dan Jerman fokus pada situasi berbahaya di Semenanjung Korea, yang dipicu oleh perseteruan Amerika-Korea Utara dan dampak kebijakan agresif Gedung Putih dalam memperburuk ketegangan di kawasan.

Cina sedang mendorong pemerintah Jerman agar meminta AS menghentikan tindakan provokatif di kawasan, yang berpotensi membahayakan keamanan banyak negara. (RM)