Dukungan Trump untuk Kebebasan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/world-i36832-dukungan_trump_untuk_kebebasan_senjata
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidatonya di Konferensi Asosiasi Senjata Nasional (NRA) di Atlanta, Jumat (28/4/2017), menyatakan dukungan penuhnya terhadap kepemilikan senjata api oleh warga sipil di AS.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Apr 29, 2017 11:18 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidatonya di Konferensi Asosiasi Senjata Nasional (NRA) di Atlanta, Jumat (28/4/2017), menyatakan dukungan penuhnya terhadap kepemilikan senjata api oleh warga sipil di AS.

Trump adalah Presiden AS pertama yang menghadiri pertemuan tahunan NRA dalam 34 tahun terakhir, setelah kunjungan serupa oleh mantan Presiden Ronald Reagan pada tahun 1983.

Dia mengkritik kebijakan pemerintahan Barack Obama dan mengatakan, pelecehan Amandemen Kedua yang berlangsung selama delapan tahun telah berakhir. Trump kepada para peserta konferensi mengumumkan, "Anda memiliki teman dan juara sejati di Gedung Putih. Dan setelah ini, badan-badan federal tidak lagi mengejar undang-undang yang akan membatasi para pemilik senjata api."

Statemen Trump mendapat sambutan besar dari para peserta konferensi NRA. Setelah pemerintahan Obama berusaha selama delapan tahun untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api di AS, namun sekarang di era Trump, para produsen senjata, distributor, dan konsumen bisa bernafas lega.

Masyarakat Amerika adalah salah satu dari komunitas yang gemar memborong senjata di dunia. Dari setiap tiga orang Amerika, ada dua pucuk senjata api yang beredar di negara itu. Sebagian dari senjata itu cukup modern dan tangguh, di mana ia dipakai oleh militer di negara-negara dunia.

Amandemen Kedua Konstitusi AS melindungi kepemilikan senjata api oleh warga. Oleh karena itu, para pelobi kebebasan senjata menganggap segala bentuk upaya untuk menerapkan pembatasan dan kontrol penjualan dan pembelian senjata di AS, bertentangan dengan konstitusi negara itu.

Bahkan kelompok yang paling getol mengkritik peredaran senjata di AS juga tidak mendesak pelarangan penggunaan senjata. Pemerintahan Obama tidak pernah berbicara tentang laarangan penggunaan senjata di AS. Namun, kelompok-kelompok liberal berupaya untuk memperketat pengawasan terhadap penjualan senjata sehingga para penjahat profesional, orang-orang gangguan mental dan frustasi, tidak memiliki akses ke pasar resmi senjata.

Salah satu problema yang dihadapi masyarakat Amerika, adalah penembakan brutal yang dilakukan oleh individu tertentu dan penyerangan yang tidak didasari motif tertentu.

Kelompok pro-kontrol senjata bersikeras agar proses penerbitan lisensi pembelian senjata diperketat dan penjualan beberapa produk seperti, laras panjang otomatis dan senjata semi-otomatis dilarang.

Namun, kubu konservatif Amerika tetap menentang pembatasan minimal itu. Mereka menegaskan bahwa pembatasan yang berlaku sekarang juga tidak urgen dan masyarakat harus benar-benar bebas dalam membeli segala jenis senjata.

Pandangan ini semakin mempertebal kocek para produsen senjata dan mendorong masyarakat AS untuk terus memborong senjata. NRA – sebagai salah satu pelobi utama – selalu mendukung kandidat dari Partai Republik dalam pemilu AS.

Pada pemilu tahun lalu, Trump menikmati dukungan puluhan juta dolar bantuan finansial dari kelompok-kelompok lobi senjata di Amerika.

Dalam pidatonya pada konferensi NRA, Trump mengatakan, "Pemerintah tidak akan lagi berusaha untuk membatasi hak dan kebebasan Anda sebagai rakyat Amerika."

Dukungan seperti ini tentu akan memperbesar angka kematian warga Amerika akibat serangan dan kekerasan bersenjata, terutama anak-anak sekolah yang kerap menjadi sasaran serangan. (RM)