AS Cemaskan Kehadiran Iran di Perundingan Damai Suriah
-
Kemenlu Amerika
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat kembali mengulang klaim tak berdasarnya terhadap Republik Islam Iran dan mengumumkan, Washington tetap mencemaskan kehadiran Iran dalam perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan.
Stasiun televisi Alalam (4/5) melaporkan, Kemenlu Amerika, Kamis (4/5) mengklaim, Iran dalam perundingan damai Suriah di Astana memainkan peran tidak konstruktif dan hanya memperluas kekerasan di Suriah.
Klaim tak berdasar Kemenlu Amerika itu disampaikan padahal upaya Iran dalam perundingan damai Suriah di Astana putaran keempat ini, menghasilkan penandatanganan dokumen kesepakatan pembukaan zona aman untuk menurunkan tensi ketegangan di Suriah.
Staffan de Mistura, Utusan khusus Sekjen PBB untuk Suriah, Kamis (4/5) di akhir perundingan Astana, berbeda dengan klaim Kemenlu Amerika, menyebut hasil-hasil perundingan yang diraih berkat kerja keras Iran, Rusia dan Turki sebagai sebuah langkah penuh harapan untuk mencapai kesepakatan terkait upaya mencegah perluasan perang di Suriah.
De Mistura mengatakan, upaya dan kerja keras berkelanjutan Iran berujung dengan ditandatanganinya kesepakatan pembukaan zona aman untuk menurunkan ketegangan di Suriah.
Amerika, setelah para teroris selama enam tahun gagal menggulingkan pemerintahan Suriah, baru-baru ini berusaha merusak hasil perundingan damai Suriah di Astana yang diprakarsai Iran, Rusia dan Turki.
Krisis Suriah pecah sejak tahun 2011 akibat serangan luas kelompok-kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika dan sekutu-sekutunya untuk menggulingkan pemerintahan konstitusional Bashar Al Assad, Presiden Suriah. (HS)