Pamer Kekuatan Militer Cina di Hadapan AS
Amerika Serikat mengirim armada angkatan perang ke perairan sekitar Cina dan Korea Utara untuk melancarkan tekanan militer terhadap kedua negara ini. Namun baru-baru ini, tindakan tersebut direspon oleh Cina dengan peningkatan patroli di sekitar perairan Hong Kong, di mana langkah ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatannya kepada AS dan sekutunya.
Selain itu, pasukan Angkatan Laut dan Udara Cina juga menggelar manuver di sekitar kawasan Hong Kong yang menunjukkan persiapan mereka untuk menghadapi segala bentuk kemungkinan konfrontasi militer dengan AS.
Penyelenggaraan manuver militer di sekitar Hong Kong merupakan bentuk peringatan kepada oposisi pemerintah Cina dan sejumlah kalangan regional dan internasional yang baru-baru ini mengintervensi urusan internal Hong Kong. Intervensi ini merupakan upaya untuk menciptakan kondisi yang menunjukkan bahwa Cina tidak mampu mengelola urusan Hong Kong. Campur tangan itu juga bertujuan untuk mendorong Hong Kong untuk merdeka dari Cina.
Akhir bulan Juni diperingati sebagai HUT ke-20 kembalinya kedaulatan Hong Kong ke Cina dari Inggris. Pada hari itu, biasanya para oposisi Cina di Hong Kong dan di tingkat regional dan internasional meningkatkan protes dan intervensinya dalam urusan Hong Kong.
Cina, selain menghadapi tekanan militer dari AS yang mengirim armada AL ke Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur dan isu Hak Asasi Manusia terkait Taiwan, juga menghadapi persoalan terkait rudal dan nuklir Korut dan masalah Hong Kong.
Kelanjutan uji coba nuklir Korut, di mana baru-baru ini Cina juga mengumumkan penentangannya merupakan faktor terpenting tekanan AS terhadap Cina. Washington berpendapat bahwa Beijing bisa menggunakan pengaruhnya terhadap Pyongyang untuk meyakinkan Korut agar menghentikan program rudal dan nuklirnya.
Namun Cina menilai masalah Korut hanya sebagai dalih AS untuk menerapkan program-program militer nyatanya di kawasan, terutama blokade militer terhadap Cina. Oleh karena itu negara ini meningkatkan uji coba rudal sebagai upaya untuk meningkatkan kekuatan armada AL.
AS meyakini bahwa dengan menyibukkan Cina dengan persaingan militer akan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi dan kemampuan finansial negara ini. Selain itu, juga akan dapat menghalangi pemerintah Beijing untuk melanjutkan pertumbuhan ekonominya yang di masa mendatang bisa menjadi tantangan bagi hegemoni AS.
Atas dasar tersebut, pemerintah Cina selalu mengambil kebijakan interaktif dan dialog untuk menyelesaikan persoalannya dengan negara-negara di sekitar Laut Cina Selatan. Cina berusaha mencegah kelanjutan uji coba rudal dan nuklir Korut dengan mengajak negara ini untuk menahan diri. Dengan demikian, AS tidak akan memiliki dalih untuk kehadiran militernya di kawasan.
Tidak diragukan lagi bahwa menjaga persatuan nasional dan teritorial serta penegasan kedaulatan di Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur merupakan prioritas penting dalam menghadapi petualangan AS. Menurut pandangan AS, masalah Korut merupakan alat pemerintah Cina untuk menahan keserakahan dan kebijakan konfrontatifnya.
Pengiriman armada AL AS secara berturut-turut ke kawasan merupakan upaya untuk menaklukkan Cina dan Korut. Sementara penyelengaraan manuver militer Cina dan peningkatan patrolinya di perairan sekitar Hong Kong adalah respon atas tindakan tersebut dan semacam unjuk kekuatan di hadapan AS. (RA)