Medvedev: Rusia Balas Perpanjangan Sanksi Uni Eropa
-
Perdana menteri Rusia, Dmitry Medvedev
Perdana menteri Rusia, Dmitry Medvedev menyatakan Moskow memberikan balasan atas perpanjangan sanksi yang dilakukan Uni Eropa terhadap negaranya.
Sputnik melaporkan, Medvedev dalam sidang kabinet Rusia hari Kamis (29/6) mengatakan, Pemerintah Moskow mengambil langkah tegas untuk membalas sanksi Uni Eropa demi membela kepentingan nasional, dan melindungi sektor ekonomi Rusia.
"Presiden Rusia, Vladimir Putin mengusulkan untuk memperpanjang sanksi terhadap Uni Eropa hingga 31 Desember 2018," ujar Medvedev.
"Moskow terpaksa mengambil langkah tersebut, demi melindungi sektor pertanian negara ini," tegasnya.
Para petani Rusia, tutur Medvedev, berulangkali mengusulkan perpanjangan keputusan terhadap negara-negara Barat.
AS dan Uni Eropa menuding Rusia terlibat dalam konflik di wilayah timur Ukraina, dengan bergabungnya kembali Crimea ke dalam federasi Rusia melalui referendum Maret 2014.
Klaim tersebut dijadikan dasar oleh AS dan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow, yang diperpanjang hari Rabu, 28 Juni 2017 hingga enam bulan mendatang.
Sebagai aksi balasan, Moskow mengambil langkah memboikot produk makanan dari negara-negara Barat.