Syarat Taliban Berunding dengan Pemerintah Kabul
https://parstoday.ir/id/news/world-i42580-syarat_taliban_berunding_dengan_pemerintah_kabul
Milisi Taliban di statemennya menyatakan, jika Amerika Serikat secara penuh menarik pasukannya dari Afghanistan, maka kelompok ini siap berunding dengan pemerintah Kabul.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Aug 11, 2017 11:04 Asia/Jakarta

Milisi Taliban di statemennya menyatakan, jika Amerika Serikat secara penuh menarik pasukannya dari Afghanistan, maka kelompok ini siap berunding dengan pemerintah Kabul.

Taliban menandaskan, jika Amerika melanjutkan kehadiran jangka panjangnya di Afghanistan, berlanjutnya perang tanpa tujuan ini akan sia-sia. Di statemen ini disebutkan, perang di Afghanistan bukan perang dengan satu kelompok, namun perang dengan rakyat negara ini, di mana solusi militer tidak berlaku dalam hal ini.

Statemen ini dirilis di saat sejumlah media Amerika baru-baru ini melaporkan bahwa Presiden Donald Trump mengalami kebingungan menentukan strategi Washington di Kabul. Di samping opsi yang ada, Trump juga menginstruksikan pembahasan penarikan total militer Amerika dari Afghanistan. Untuk saat ini, lebih dari 13 ribu militer asing termasuk sepuluh ribu pasukan Amerika ditempatkan di Afghanistan.

Meski statemen Taliban baru dirilis, namun milisi ini di statemen ini tidak menunjukkan sikap baru dan hanya memberikan syarat penarikan penuh pasukan asing dari Afghanistan untuk bergabung dengan proses perdamaian di negara ini.

Di kondisi ini, muncul pertanyaan, mengapa Taliban meski di masa lalu berulang kali menekankan penarikan pasukan asing dari Afghanistan sebagai syarat bergabung dengan proses perdamaian, mengapa mereka masih tetap mengulang sikap tersebut sampai kini?

Ada pandangan bahwa setelah berlalu 15 tahun perang antara Taliban dan militer asing serta pasukan pemerintah Kabul, milisi ini sedikit banyak sadar bahwa perang ini tidak memberikan mereka hasil apapun, maka opsi perundingan damai merupakan solusi tungga untuk mengakhiri perseteruan yang tidak bermanfaat ini.

Meski Taliban di statemennya memberikan nasihat kepada Amerika yang terlibat perang di Afghanistan bahwa perang ini akan sia-sia, namun tak diragukan lagi milisi ini juga mengalami kondisi serupa dengan Washington di perang Afghanistan. Berdasarkan sejumlah sumber yang menyatakan bahwa sekitar 40 persen wilayah Afghanistan dikontrol Taliban dan bahwa selama beberapa hari lalu sejumlah wilayah di negara ini ditaklukkan lagi oleh milisi ini, namun Taliban seperti AS, bukan pemenang dari perang ini.

Oleh karena itu, jika Taliban masih tetap bersikeras melanjutkan perang di Afghanistan, perang ini tidak akan merealisasikan ambisi mereka untuk membentuk pemerintahan di negara ini.

Anatol Lieven, dosen Universitas Georgetown di Qatar mengatakan, ada sekelompok orang di tubuh Taliban yang meyakini kemenangan di perang Afghanistan tidak mungkin, mengingat kekuatan nasional dan regional yang menentang Taliban dan perubahan yang ada di masyarakat negara ini.

Statemen Taliban mengindikasikan bahwa milisi ini seraya menyadari kasus ini dan hanya demi kepentingan pribadinya di Afghanistan serta penekanan penarikan pasukan asing dari negara ini, menuntut persiapan untuk bergabung dengan proses perdamaian.

Hal ini karena dalam perspektif Taliban mundur dari tuntutan penarikan pasukan asing sama halnya dengan menerima kekalahan telak di Afghanistan, di mana milisi ini tidak bersedia melanjutkan perang yang sia-sia tersebut. (MF)