Rusia: Moskow, Tehran dan Ankara akan Persiapkan Perundingan Astana
https://parstoday.ir/id/news/world-i42978-rusia_moskow_tehran_dan_ankara_akan_persiapkan_perundingan_astana
Rusia menyatakan, Moskow bersama Tehran dan Ankara sebagai penjamin dan pendukung perundingan Suriah di Astana serta Yordania, Amerika dan PBB sebagai pengamat, serta pemerintah Suriah dan kubu oposisi bersenjata sebagai peserta kesepakatan gencatan senjata, akan mempersiapkan penyelenggaraan babak keenam dialog Astana.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Aug 19, 2017 00:41 Asia/Jakarta
  • Dialog Astana
    Dialog Astana

Rusia menyatakan, Moskow bersama Tehran dan Ankara sebagai penjamin dan pendukung perundingan Suriah di Astana serta Yordania, Amerika dan PBB sebagai pengamat, serta pemerintah Suriah dan kubu oposisi bersenjata sebagai peserta kesepakatan gencatan senjata, akan mempersiapkan penyelenggaraan babak keenam dialog Astana.

IRNA melaporkan, Deplu Rusia Jumat (18/8) di statemennya seraya menekankan bahwa peningkatan upaya dalam koridor perundingan Suriah di Astana harus dilanjutkan menyatakan, telah muncul prospek yang membantu pemajuan proses penyelesaian politik krisis Suriah berdasarkan resolusi 2254 Dewan Keamanan.

Deplu Rusia di statemennya menekankan pentingnya dukungan masyarakat internasional terhadap proses perundingan Astana dan keputusan yang telah diambil di dialog tersebut.

Babak kelima perundingan Suriah-Suriah di Astana, Kazakhstan berakhir 5 Juli setelah koordinasi delegasi peserta terkait agenda kerja di Suriah dan pembahasan kemajuan yang telah dicapai.

Berdasarkan kesepakatan di perundingan ini, babak keenem sidang Astana akan digelar pekan terakhir bulan Agustus 2017 di Kazakhstan.

Perundingan Astana digelar atas prakarsa Republik Islam Iran bersama Rusia dan Turki dengan tujuan menerapkan perdamaian di Suriah. Dialog ini hingga kini telah berhasil menerapkan gencatan senjata dan rencana pembentukan empat zona aman di Suriah.

Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Turki untuk mengubah konstelasi kawasan demi keutungan rezim Zionis Israel. (MF)