Perancis Serahkan Nasib Assad ke Tangan Rakyat Suriah
-
Menhan Perancis Florence Parly, Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian, dan Menlu Irak Ibrahim Jaafari
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan prioritas Paris di Suriah adalah perang melawan terorisme, dan Perancis tidak punya prasyarat tentang masa depan politik Presiden Bashar al-Assad.
Ia mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Irak Ibrahim Jaafari di Baghdad pada Sabtu (26/8/2017), seperti dikutip laman Mehrnews.
"Perancis mendukung keputusan rakyat Suriah tentang masa depan Assad," tegas Le Drian.
Ia menandaskan, prioritas Perancis di Irak juga perang menumpas kelompok teroris Daesh dan meskipun Angkatan Bersenjata Irak meraih kemenangan, tapi perang terhadap kelompok tersebut terus berlanjut.
Saat ini, kata Le Drian, Irak berada dalam situasi damai dan perang, tapi Irak dapat melewati fase ini dengan tekad angkatan bersenjatanya.
Menteri Pertahanan Perancis, Florence Parly yang hadir pada konferensi pers tersebut, juga mengatakan kehadiran Perancis di Suriah dalam misi perang kontra-terorisme dan Paris menyambut setiap inisiatif untuk memperluas zona de-eskalasi konflik di Suriah.
Sementara itu, Ibrahim Jaafari mengatakan, sejauh ini 70 persen kota Tal Afar di utara Irak telah dibebaskan dari pendudukan teroris Daesh.
"Insya Allah, bagian yang tersisa akan segera dibebaskan," tegasnya. (RM)