Ketika Erdogan Buka-bukaan soal Daesh
https://parstoday.ir/id/news/world-i43694-ketika_erdogan_buka_bukaan_soal_daesh
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memainkan peran vital dalam mempersenjatai kelompok terori Takfiri Daesh.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Sep 01, 2017 14:28 Asia/Jakarta

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memainkan peran vital dalam mempersenjatai kelompok terori Takfiri Daesh.

Presiden Turki dalam hal ini tidak menyebutkan nama negara yang mempersenjatai kelompok teroris Daesh.

Tak diragukan lagi di antara negara-negara NATO, Amerika Serikat memainkan peran lebih besar dalam membantu kelompok teroris, khususnya Daesh. Hal ini tampak jelas di depat presiden saat pemilu presiden terbaru Amerika antara Hillary Clinton dan Donald Trump.

Sejatinya Clinton, mantan menlu Amerika mengakui bahwa Amerika membentuk kelompok teroris Daesh untuk merusak citra Islam dan merealisasikan tujuan Gedung Putih di Timur Tengah.

Amerika adalah negara terpenting yang menerapkan standar ganda demi merealisaiskan ambisinya dan tuntutan ilegalnya di berbagai wilayah dunia, khususnya di Timur Tengah.

Terkait bantuan finansial dan senjata kepada teroris di Suriah dan Irak, banyak desas-desus yang beredar. Oleh karena itu, mayoritas pengamat dan jurnalis terus berusaha menemukan akar permasalahannya.

Di antara dokumen yang dirilis terkait isu ini adalah laporan terbaru Dilyana Gaytandzhieva, jurnalis Koran Trud cetakan Sofia, Bulgaria. Jurnalis perempuan asal Bulgaria ini membongkar rencana rahasia Amerika, Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengirim senjata kepada kelompok teroris Daesh dan al-Qaeda melalui pengawasan Dinas Rahasia AS (CIA) dan NATO.

Dilyana Gaytandzhieva kemudian dipecat setelah merilis laporan dan mengatakan kebenaran terkait metode pengiriman senjata kepada kelompok teroris Daesh. Di laporan ini juga disebutkan peran signifikan pemerintahan Ilham Aliyev, presiden Azerbaijan di bidang ini.

Menurutnya, "Sedikitnya ada 350 penerbangan diplomatik untuk pengiriman senjata selama tiga tahun lali ke berbagai wilayah perang di seluruh dunia. Di antaranya, pesawat milik pemerintah Ilham Aliyev yang mengirimkan sejumlah besar senjata dan amunisi berat kepada teroris melalui penerbangan diplomatik."

Menurutnya, "Maskapai penerbangan pemerintah Azerbaijan Silk Way Airlines menyusun penerbangan diplomatik untuk mengirim senjata kepada teroris dengan bantuan Israel, Amerika, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab."

Dalam hal ini, yang pasti pemerintah Turki juga termasuk dalam deretan negara-negara yang memberi pelayanan kepada kelompok teroris, khususnya Daesh. Sejatinya presiden Turki ketika membongkar bantuan sebuah negara anggota NATO kepada teroris Daesh, negara ini menurut pengakuan petinggi Damaskus dan Baghdad juga memainkan peran dalam pembantaian warga tak berdaya Suriah serta Irak. (MF)