Macron: Assad Akan Tetap Berkuasa di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i48347-macron_assad_akan_tetap_berkuasa_di_suriah
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyatakan, fakta di Suriah adalah bahwa Presiden Bashar al-Assad akan terus bertahan karena lawan-lawannya telah kalah di "medan perang."
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Des 18, 2017 10:58 Asia/Jakarta
  • Emmanuel Macron
    Emmanuel Macron

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyatakan, fakta di Suriah adalah bahwa Presiden Bashar al-Assad akan terus bertahan karena lawan-lawannya telah kalah di "medan perang."

Pemerintahan Presiden Assad menghadapi militansi sejak Maret 2011, ketika pemerintah-pemerintah penentangnya mempersenjatai dan mendukung sejumlah kelompok oposisi dalam upaya menggulingkannya dari kekuasaan. Faksi-faksi bersenjata tersebut segera bersekongkonl dengan jaringan teroris internasional yang menyeret negara tersebut ke jurang krisis berkepanjangan.

Bashar al-Assad

Namun pemerintah di Damaskus tetap bertahan menyusul dukungan dari berbagai kelompok dalam negeri dalam menghadapi militansi. Sementara itu Iran dan Rusia, sebagai sekutu Suriah juga menawarkan bantuan kepada Damaskus. Iran memberikan bantuan penasehat militer sementara Moskow meluncurkan kampanye udara terhadap kelompok teroris di negara itu pada bulan September 2015 atas permintaan resmi pemerintah Suriah.

Militer Suriah

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan televisi France 24 pada Ahad (17/12/2017), Presiden Perancis Macron mengatakan bahwa Assad akan tetap berkuasa karena Iran dan Rusia telah "menangi perang di lapangan."

"Bashar al-Assad akan berada di sana, dia akan berada di sana karena dia dilindungi oleh mereka yang telah menang dalam perang di lapangan, baik itu Iran atau Rusia," kata Macron.

Paris menentang pemerintahan Assad dan berharap dapat menyaksikannya lengser. Macron tetap menyebut Assad  sebagai "musuh rakyat Suriah".

Presiden Perancis, yang telah mengupayakan peran lebih besar bagi Paris di kancah internasional, dan mengatakan bahwa pemerintahnya ingin "membangun solusi politik" terhadap krisis di Suriah, termasuk dengan membawa pemerintah dan oposisi ke meja perundingan.(MZ)