Uni Eropa Umumkan Strategi Baru untuk Irak
https://parstoday.ir/id/news/world-i49537-uni_eropa_umumkan_strategi_baru_untuk_irak
Uni Eropa mengumumkan bahwa strategi mereka terkait Irak adalah fokus untuk menangani tantangan di negara tersebut pasca kekalahan kelompok teroris Daesh.
(last modified 2026-06-28T17:50:40+00:00 )
Jan 09, 2018 09:35 Asia/Jakarta
  • Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.
    Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.

Uni Eropa mengumumkan bahwa strategi mereka terkait Irak adalah fokus untuk menangani tantangan di negara tersebut pasca kekalahan kelompok teroris Daesh.

Statemen bersama yang dikeluarkan oleh Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan Jean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa pada Senin (8/1/2018), mencatat bahwa Irak saat ini berada di persimpangan jalan dalam sejarahnya pasca kekalahan Daesh.

"Sekarang penting untuk bertindak cepat dan membangun kembali negara itu dengan partisipasi semua komponen masyarakat Irak, untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak fundamental dan peraturan hukum di semua bidang," kata pernyataan tersebut seperti dikutip IRNA.

"Kami siap berkontribusi untuk terus mendukung rakyat Irak dan pemerintah dalam menghadapi tantangan saat ini," tegas Uni Eropa.

Strategi ini fokus pada upaya melanjutkan bantuan kemanusiaan Uni Eropa kepada rakyat Irak dan membantu terciptanya stabilisasi di daerah-daerah yang sudah dibebaskan dari Daesh.

Uni Eropa juga berusaha untuk membahas upaya reformasi, rekonstruksi dan rekonsiliasi jangka panjang, yang perlu diupayakan Irak demi memperkuat perdamaian dan membangun negara yang demokratis dan bersatu.

Strategi sebelumnya Uni Eropa terkait Irak diumumkan pada Maret 2015 sebagai bagian dari strategi regional blok Eropa mengenai Suriah, Irak dan ancaman Daesh.

Pada Juni 2016, Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa, yang terdiri dari para menlu negara-negara anggota, menginginkan sebuah strategi baru yang fokus pada bantuan Uni Eropa untuk mengatasi tantangan saat ini di Irak.

Eropa memperkirakan bahwa strategi tersebut akan ditinjau ulang setelah berjalan dua tahun, dan akan mengkaji dampak dari langkah-langkah yang sudah diambil, jika dirasa perlu, mereka akan membuat beberapa perubahan. (RM)