Konspirasi Saudi, AS dan Israel Mengubah Realitas Timur Tengah
https://parstoday.ir/id/news/world-i50455-konspirasi_saudi_as_dan_israel_mengubah_realitas_timur_tengah
Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi ketika berada di Davos, Swiss sejalan dengan kebijakan AS dan Zionis Israel mengklaim bahwa Iran mengejar politik sektarian dan mendukung terorisme.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jan 26, 2018 11:51 Asia/Jakarta
  • Forum Ekonomi Dunia Davos, Swiss
    Forum Ekonomi Dunia Davos, Swiss

Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi ketika berada di Davos, Swiss sejalan dengan kebijakan AS dan Zionis Israel mengklaim bahwa Iran mengejar politik sektarian dan mendukung terorisme.

Di sela-sela pertemuan forum ekonomi dunia yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Theresa May, Perdana Menteri Inggris dan Donald Trump, Presiden Amerika hari Kamis (25/1) bertemu dan sama-sama menilai pentingnya kerjasama untuk menghadapi aktivitas Iran yang menciptakan instabilitas di Timur Tengah, termasuk produksi rudal balistik. Pada saat yang sama, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Zionis Israel di forum ini mengklaim, satu-satunya masalah yang sangat pentingnya baginya adalah mencegah Iran membuat senjata nuklir, sementara kesepakatan nuklir tetap ada atau tidak bukan hal yang penting.

Donald Trump dan Benjamin Netanyahu

Politik destruktif segitiga Amerika, Arab Saudi dan rezim zionis Israel akan peran dan kebijakan Republik Islam Iran di Timur Tengah sudah tampak jelas. Namun segala usaha dan propaganda mereka tidak dapat mengubah realita kawasan demi kepentingan mereka. Karena ada satu pihak yang secara riil memerangi terorisme dan membantu mencerabut akar Daesh dari Irak dan Suriah. Pihak ini tidak lain adalah Iran.

Peran konstruktif Iran dalam menciptakan stabilitas di kawasan Asia Barat tidak akan berubah sekalipun digempur propaganda yang dilakukan oleh segitiga Amerika, Arab Saudi dan Zionis Israel. Semua tahu betapa pemikiran Wahabi dari Arab Saudi, senjata dari Amerika dukungan Zionis Israel terhadap para teroris menjadi masalah yang tidak dapat ditutupi begitu saja. Masalah Iranphobia yang ditebar Amerika, Arab Saudi dan Zionis Israel tidak akan menguntungkan para pendukung terorisme.

Sekaitan dengan hal ini, Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, seberapa kuat terompet propaganda Trump dan kaki tangannya untuk mereproduksi fakta bohong, seberapa upaya Arab Saudi memainkan propaganda yang begitu menyilaukan mata dan seberapa kuat Amerika berusaha menyebut kekalahan Daesh sebagai upayanya, tapi mereka tidak dapat mengubah kenyataan yang ada.

Mohammad Javad Zarif

Kehancuran Daesh di kawasan Asia Barat benar-benar membuat poros Muqawama Islam berada di puncak kekuatan menghadapi Amerika dan sekutunya. Kekalahan Daesh di Irak dan Suriah menjadi sangat penting ketika Amerika mengumumkan setidaknya membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk menghancurkan Daesh. Pernyataan itu menunjukkan bagaimana mereka mengelola Daesh untuk menyukseskan strategi Amerika di kawasan Asia Barat dengan kerjasama arab Saudi dan Zionis Israel. Dalam kondisi yang demikian, pergerakan bersama dan pembagian kerja antara Arab Saudi, Amerika dan Israel tidak akan menyebabkan negara-negara lain melihat Iran secara negatif.

Ketika menteri luar negeri Arab Saudi dan presiden Amerika di forum ekonomi dunia Davos, Swiss menyebut peran merusak Iran di timur Tengah, Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak kepada televisi CNN saat ditanya bahwa Riyadh mengklaim Iran sebagai pasukan hitam dan negatif di Timur Tengah menjawab, cara pandang seperti ini tidak dapat diterima. Ia kemudian memuji peran Iran dan bantuan kepada pemerintah Irak guna mengalahkan Daesh.

Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri Qatar mengatakan, ketika menyaksikan kondisi Timur Tengah, termasuk transformasi Yaman dan Lebanon, kebijakan Arab Saudi bukan hanya menciptakan instabilitas di Qatar, tapi juga di seluruh kawasan.

Bagi negara-negara independen dan memiliki kedaulatan nasional telah terbukti bahwa Iran di Timur Tengah memiliki peran konstruktif. Kehancuran Daesh di Irak dan Suriah dan adanya keyakinan untuk dapat hidup berdampingan secara damai dalam menyusun hubungan regional, menjadikan Iran sebagai negara yang dapat dipercaya di pelbagai bidang. (SL)