Turki Mereaksi Kehadiran Pasukan Suriah di Afrin
-
Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki mengancam pemerintah Suriah jika bekerjasama dengan pasukan Kurdi di utara negara itu dan berusaha menghentikan operasi militer Ranting Zaitun di Afrin.
IRIB (19/2) melaporkan, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, Senin (19/2) dalam pembicaran telepon dengan Vladimir Putin, sejawatnya dari Rusia menegaskan, jika Damaskus mencapai kesepakatan dengan pasukan Kurdi untuk memerangi pasukan Turki di utara Suriah, maka mereka akan menerima akibatnya.
Sementara itu, Mevlut Cavusoglu, Menteri Luar Negeri Turki, di hari yang sama dalam jumpa pers bersama Ayman Al Safadi, sejawatnya dari Yordania menuturkan, Ankara menyambut masuknya pasukan Suriah ke Afrin jika untuk menumpas teroris, namun jika untuk mendukung pasukan Kurdi, maka kami menentangnya.
Cavusoglu menambahkan, Turki tidak punya agenda rahasia terkait Suriah dan menginginkan perdamaian serta terjaganya integritas teritorial negara ini.
Serangan militer Turki dalam operasi bersandi "Ranting Zaitun" dilancarakan sejak 20 Januari 2018 lalu dengan dalih memperkuat keamanan dan stabilitas perbatasan Turki. Operasi itu dilancarakan di kota Afrin, utara Suriah dan mendapat kecaman keras dari Damaskus. (HS)