Laporan Intelijen AS Sebut Kekuatan ISIS Menurun
Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, mengatakan meski kelompok teroris ISIS masih terus menjadi ancaman, tapi jumlah pasukannya telah berkurang.
Laman Tasnimnews mengutip Reuters melaporkan, Earnest pada hari Kamis (4/2/2016) menambahkan bahwa ISIS mengalami kerugian yang signifikan.
Ia mengklaim bahwa upaya serangan darat yang dilakukan oleh mitra koalisi Amerika Serikat berpengaruh besar dalam memerangi ISIS. “Pasukan keamanan yang didukung Irak dan kelompok-kelompok oposisi Suriah telah memberikan banyak kontribusi dalam kemajuan itu,” katanya.
Berdasarkan laporan intelijen AS, kelompok teroris ISIS sudah lemah dan sekarang memiliki 25 ribu pasukan di Irak dan Suriah.
Para pejabat AS mengatakan bahwa kerugian di medan perang dan pemisahan diri dari kelompok itu telah menjadi penyebab utama penurunan sekitar 20 persen dari anasir teroris ISIS.
"ISIS menghadapi kesulitan lebih dari sebelumnya dalam merekrut anggotanya dan kami telah lama menyadari kebutuhan masyarakat internasional untuk bekerja sama dalam menghentikan aliran petempur asing ke wilayah tersebut," ujar Earnest.
Laporan intelijen AS menyatakan bahwa ISIS sekarang memiliki antara 19-25 ribu petempur. Dalam laporan tahun 2014, jumlah mereka mencapai 31 ribu orang. (IRIB Indonesia/RM)