Senat AS Dukung Mesin Perang Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i53720-senat_as_dukung_mesin_perang_saudi_di_yaman
Bersamaan dengan lawatan Putra Mahkota Arab Saudi ke Washington, senat Amerika menolak rancangan resolusi untuk mengakhiri dukungan negara ini atas serangan Arab Saudi ke Yaman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 21, 2018 15:01 Asia/Jakarta
  • Donald Trump dan Mohammed bin Salman
    Donald Trump dan Mohammed bin Salman

Bersamaan dengan lawatan Putra Mahkota Arab Saudi ke Washington, senat Amerika menolak rancangan resolusi untuk mengakhiri dukungan negara ini atas serangan Arab Saudi ke Yaman.

Resolusi yang menuntut diakhirinya partisipasi Amerika dalam perang Yaman yang dipimpin Arab Saudi tidak berhasil diratifikasi oleh Senat setelah 55 suara menolak dan 44 suara mendukung. Ini untuk pertama kalinya anggota Senat menggunakan butir dari undang-undang "wewenang perang" tahun 1973, di mana para senator membolehkan usulan keputusan keluarnya pasukan Amerika dari setiap konflik, sedangkan DPR tidak membolehkan untuk berpartisipasi di dalamnya.

Donald Trump dan Mohammed bin Salman

Hanya saja, upaya yang dilakukan dengan tujuan menjauhkan Amerika dari tragedi kemanusiaan yang terjadi di Yaman, tersimpan di bawah miliaran dolar investasi Arab Saudi di Amerika dan pembelian senjata dari negara ini. Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi dan penanggung jawab langsung dimulainya perang di Yaman dan tragedi kemanusiaan di negara ini tengah berada di Washington untuk kembali menegaskan pelaksanaan kontrak 450 miliar dolar militer dan non militer kedua negara.

Kontrak ini telah ditandatangani di masa kunjungan Donald Trump, Presiden Amerika ke Riyadh tahun 2017. Presiden Amerika di akhir kunjungan ini di laman twitternya meringkas hasil yang diraih dalam kunjungannya ke Saudi dengan tiga kata "lapangan kerja, lapangan kerja dan lapangan kerja". Kini ketika Trump bertemu Bin Salman di Washington, ia berkata, "Arab Saudi negara kaya dan saya berharap sebagian dari kekayaannya dapat diberikan ke Amerika berupa investasi dan pembelian senjata militer".

Tidak diragukan lagi bahwa sebagian besar pemberian dan hadiah Arab Saudi di Amerika secara langsung atau lewat lobi-lobi dibagikan kepada para politikus Amerika, termasuk para senator. Sebagian lagi dalam bentuk investasi dan pembelian senjata yang membantu geliat ekonomi di daerah pemilihan anggota Kongres. Dalam kondisi yang demikian, dapat diprediksi bahwa upaya sebagian anggota Kongres untuk menghentikan dukungan Amerika atas Saudi di Yaman tidak membuahkan hasil.

Padahal, seluruh lembaga bantuan kemanusiaan dan hak asasi manusia di dunia mengakui telah terjadi tragedi kemanusiaan, pembantaian warga sipil, kelaparan dan penyebaran wabah kolera di Yaman. Serangan udara Arab Saudi dan sekutunya dalam perang Yaman telah menwaskan puluhan ribu warga sipil dan menghancurkan infrastruktur negara Arab paling miskin ini. Tapi Arab Saudi tetap mendapat dukungan politik dan persenjataan negara-negara Barat yang mengklaim pembela hak asasi manusia seperti Amerika, bahkan para senator Amerika tidak punya keinginan untuk memutuskan dukungan terhadap kejahatan kemanusiaan ini.

Senat Amerika

Senator independen, Bernie Sanders mengatakan, intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman dengan dukungan Amerika telah menciptakan tragedi kemanusiaan. Kita harus berusaha sekuat tenaga menciptakan solusi damai atas perang ini, sekaligus menyiapkan sarana bagi bantuan kemanusiaan kepada warga sipil, bukannya menjamin bom dan memberikan fasilitas bahan bakar.

Namun tampaknya ucapan seperti ini tidak punya pembeli di koridor kekuasaan di Washington yang sangat membutuhkan dolar Arab Saudi.(SL/PH)