Manjamurnya Pangkalan Militer AS di Afrika
-
pasukan Amerika di Niger
Amerika Serikat mengabarkan pembangunan sebuah pangkalan drone militer dan tempur negara itu di Niger dan sebagaimana diklaim Washington, pangkalan itu akan digunakan untuk melawan kelompok teroris.
Rencananya, secara bertahap, bersamaan dengan rampungnya pembangunan pangkalan ini, jet-jet tempur dan drone MQ-9 saat ini sudah ditempatkan di Niamey, ibukota Niger dan segera dipindahkan ke pangkalan baru.
Niger adalah salah satu negara tempat berpangkalnya pasukan Amerika di Afrika. Pada bulan Oktober 2017 lalu, insiden tewasnya empat tentara Amerika akibat serangan mengejutkan beberapa anasir teroris Daesh di Niger, menjadi dalih bagi Amerika untuk menempatkan pasukannya di negara itu.
Jumlah pasukan Amerika saat ini di Niger mencapai lebih dari 800 personil. Selain di Niger, Amerika juga menempatkan pasukannya di Djibouti dan mendirikan pangkalan militer di negara itu.
Sekalipun selama bertahun-tahun pasukan Amerika ditempatkan di sejumlah negara Afrika dengan berbagai alasan, namun beberapa tahun terakhir bukan hanya jumlahnya tidak berkurang di benua itu, bahkan terus bertambah.
Pemerintah Washington dalam beberapa tahun ke belakang menjadikan perang melawan terorisme, khususnya kelompok teroris dan milisi bersenjata di kawasan seperti Daesh dan Al Qaeda, sebagai dalih untuk meningkatkan kehadiran militernya di Afrika.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika, Jenderal Joseph Dunford terkait hal ini menuturkan, perang melawan Daesh sedang berpindah ke Afrika.
Sementara itu, sejumlah analis meyakini bahwa dibentuknya kelompok-kelompok teroris seperti Daesh dan sejenisnya di kawasan lain, pada kenyataannya adalah dalih bagi perang melawan terorisme di Afrika, sehingga Amerika bersama sekutu-sekutunya dapat memanfaatkan hal itu untuk meningkatkan kehadiran militer di Afrika.
The International Action Center, IAC di Amerika mengatakan, dengan maksud untuk menjaga kepentingannya, Amerika menambah jumlah pasukannya di Afrika dan masalah ini adalah upaya untuk menciptakan kekacauan dan kerusakan yang lebih luas di seluruh Benua Afrika. Oleh karena itu dalih Amerika memerangi Daesh di Afrika harus ditolak.
Afrika adalah wilayah kaya sumber alam dan memiliki energi melimpah, juga posisi geografis yang unik. Hal inilah yang membuat negara-negara adidaya dunia dan imperialis selalu menganggap kehadirannya di benua itu sangat penting.
Sekarang Benua Afrika telah berubah menjadi arena persaingan dan pertarungan kepentingan politik dan ekonomi sejumlah negara.
Salah satu tujuan Amerika memperluas kehadiran militer di Afrika adalah untuk bersaing dengan rival-rivalnya. Kebijakan ini dapat dijalankan setelah beberapa pejabat negara Afrika bersedia berkerja sama dengan Amerika dan sekutunya karena terdesak masalah politik dan terhentinya pertumbuhan ekonomi.
Masalah ini, di samping perang melawan terorisme, menjadi dalih lain bagi Amerika dan sekutunya untuk memperluas kehadiran militernya di Benua Afrika demi meraih tujuan-tujuan terselubungnya. (HS)