NYT: Serangan Iran Semakin Menyakitkan
-
Serangan rudal Iran
Pars Today - Surat kabar Amerika, New York Times, melaporkan bahwa serangan Iran menjadi lebih efektif dan menyakitkan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Fars, analisis New York Times mengenai serangan-serangan baru-baru ini di Tehran menunjukkan bahwa, bertentangan dengan klaim-klaim tersebut, kemampuan Iran untuk membalas tidak hilang, melainkan tingkat ketepatan rudalnya meningkat lebih dari dua kali lipat, dan setiap serangan, bahkan jika dicegat, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.
New York Times, dengan nada sinis menanggapi klaim presiden Amerika tentang menghancurkan kemampuan militer Iran selama perang yang sedang berlangsung dan menggambarkan hal itu sebagai “musuh tanpa gigi”, menulis bahwa serangan rudal dan drone Iran menunjukkan bahwa Iran masih dapat menimbulkan rasa sakit.
Menurut laporan tersebut, serangkaian serangan baru-baru ini terhadap Israel dan posisi-posisi Amerika di wilayah Timur Tengah merupakan bukti terbaru bahwa Iran memiliki cukup rudal dan drone untuk membebankan biaya yang besar kepada musuh-musuhnya, sekaligus menyampaikan pesan bahwa, bertentangan dengan pernyataan Trump, Iran masih hadir secara serius di medan perang.
Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan, “Jutaan warga Israel masih berlarian ke tempat perlindungan setiap hari untuk menghindari serangan rudal Iran. Rutinitas alarm dan suara ledakan yang terus-menerus menyebarkan rasa takut dan kelumpuhan.”
Banyak ahli juga percaya bahwa Iran, menyadari “perang yang tak terhindarkan” sejak beberapa dekade lalu, dan telah menciptakan infrastruktur pertahanan yang tak tertembus yang saat ini menjadi tulang punggung perlawanannya. Amerika Serikat, yang dulu digambarkan sebagai “superpower yang tak terkalahkan” dalam opini publik, kini menghadapi kerentanan operasional dan ketidakmampuan untuk mencapai tujuan awalnya.
Pencapaian Iran, mulai dari mengendalikan Selat Hormuz dan melemahkan pangkalan-pangkalan musuh hingga menetralisir ancaman perbatasan dan memperluas pengaruh poros perlawanan, menunjukkan bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan telah bergeser ke negara yang telah mempersiapkan diri untuk hari ini.(sl)