Upaya 14 Negara Mencegah Penyalahgunaan Hak Veto
https://parstoday.ir/id/news/world-i187914-upaya_14_negara_mencegah_penyalahgunaan_hak_veto
Pars Today - 14 negara, dipimpin oleh Spanyol dan Meksiko, telah menyerukan pembatasan penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB dengan menandatangani surat resmi kepada pejabat PBB.
(last modified 2026-03-29T04:51:00+00:00 )
Mar 29, 2026 11:47 Asia/Jakarta
  • Dewan Keamanan PBB
    Dewan Keamanan PBB

Pars Today - 14 negara, dipimpin oleh Spanyol dan Meksiko, telah menyerukan pembatasan penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB dengan menandatangani surat resmi kepada pejabat PBB.

Menurut laporan Pars Today mengutip FNA, 14 negara, dipimpin oleh Spanyol dan Meksiko, telah menyerukan pembatasan penggunaan “hak veto” di Dewan Keamanan PBB dengan menandatangani surat resmi, tindakan yang secara langsung dapat mencegah kelanjutan pendekatan sepihak terhadap Iran.

Negara-negara ini dalam surat mereka menekankan pelaksanaan efektif klausul 3 dari Pasal 27 Piagam PBB, klausul yang menyatakan bahwa setiap negara yang terlibat langsung dalam suatu sengketa harus menahan diri dari memberikan suara di Dewan Keamanan PBB. Namun, prinsip hukum ini secara praktis telah diabaikan selama bertahun-tahun, dan kekuatan besar, khususnya Amerika Serikat, telah memanfaatkan hak veto untuk memajukan kepentingan mereka sendiri.

Menurut inisiatif ini, jika klausul ini diterapkan secara ketat, negara-negara yang memiliki peran langsung dalam konflik, termasuk Amerika Serikat dalam kaitannya dengan Iran, tidak lagi dapat menggunakan hak veto untuk mencegah pengesahan resolusi yang bertujuan untuk menghentikan agresi atau mengutuk tindakan mereka.

Surat yang ditujukan kepada pejabat senior PBB, termasuk Antonio Guterres, juga menyoroti kasus-kasus terbaru di mana veto Amerika Serikat dan sekutunya telah menghalangi adopsi posisi yang seimbang mengenai perkembangan regional, khususnya terkait dengan Iran, Lebanon, dan Gaza.

Dalam kerangka ini, para kritikus percaya bahwa struktur Dewan Keamanan saat ini telah menjadi alat di tangan kekuatan Barat untuk memaksakan narasi sepihak.

Negara-negara penanda surat tersebut, termasuk Austria, Bulgaria, Cape Verde, Estonia, Kuwait, Liechtenstein, Luxembourg, Mexico, Norway, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, dan Timor-Leste, dengan mengingatkan misi utama PBB untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dan menekankan bahwa penerapan klausul yang terabaikan ini dapat menjadi langkah efektif menuju pemulihan keadilan dan netralitas dalam mekanisme pengambilan keputusan global.

Para analis percaya bahwa tindakan ini, meskipun akan menghadapi perlawanan dari kekuatan besar, dapat membuka jalan bagi penguatan posisi hukum negara-negara seperti Iran di forum internasional dan mengurangi dampak kebijakan tekanan dan standar ganda.(sl)