Moskow dan Riyadh Optimis Limit Produksi Minyak akan Permanen
-
Produksi Minyak
Departemen Energi Rusia hari Jumat (15/6) di statemennya mengkonfirmasikan kesepakatan dengan Arab Saudi terkait penentuan limit produksi minyak di OPEC saat ini.
IRIB melaporkan, Departemen Energi Rusia di statemen ini mengumumkan, Moskow dan Riyadh berusaha menandatangani kesepakatan dalam koridor memperkuat hubungan bilateral di bidang energi.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan produsen minyak lainnya pimpinan Rusia menandatangani kesepakatan yang ditujukan untuk mengurangi produksi minyak dan menaikkan harga minyak. Kesepakatan ini mulai diberlakukan sejak Januari 2017 dan diperpanjang hingga akhir tahun ini.
Di sisi lain, sebuah sumber yang dekat dengan Riyadh mengungkapkan, OPEC dan mitranya di sidang pekan depan di Wina akan mengkaji seluruh opsi untuk menstabilkan pasar.
Menurut sumber ini, Arab Saudi dan Rusia seraya menekankan upaya para penandatangan kesepakatan 1,5 tahun lalu, berharap kerja sama ini akan berlanjut dan koridor kesepakatan ini akan permanen.
OPEC terdiri dari Aljazair, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ekuador, Angola dan Venezuela dan dibentuk tahun 1960. (MF)