Trump Dianggap Langgar Protokol Kerajaan
https://parstoday.ir/id/news/world-i59849-trump_dianggap_langgar_protokol_kerajaan
Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Inggris disambut aksi protes besar-besaran, termasuk pengerahan balon bayi raksasa yang menyerupai Trump pada Jumat, 13 Juli 2018
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 14, 2018 10:18 Asia/Jakarta
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ratu Elizabeth II.
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ratu Elizabeth II.

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Inggris disambut aksi protes besar-besaran, termasuk pengerahan balon bayi raksasa yang menyerupai Trump pada Jumat, 13 Juli 2018

Seperti dilansir Detik, Amnesty International bahkan mengerahkan poster raksasa sepanjang 15 meter yang isinya menyebut Trump sebagai 'Mimpi Buruk HAM'. Poster itu dipasang di jembatan Vauxhall yang ada di seberang Kedutaan Besar AS di London.

Ratusan demonstran berkumpul di luar Winfield House dan Blenheim Palace pada Kamis malam, namun pengamanan yang ketat menjauhkan para demonstran dari Trump. Trump sendiri terkesan mengabaikan aksi protes terhadapnya itu.

 

"Mereka sangat menyukai saya di Inggris," ucapnya saat masih menghadiri KTT NATO di Brussels, Belgia, sebelum terbang ke Inggris.

 

Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menggelar karpet merah untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sedang berkunjung ke Inggris. Hal ini terjadi saat banyak warga Inggris menggelar unjuk rasa besar-besaran memprotes Trump.

 

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/7/2018), Trump bersama istrinya, Melania, menghadiri jamuan makan malam di Blenheim Palace, tempat kelahiran mantan PM Winston Churchill, pada Kamis malam waktu setempat.

 

Dalam jamuan makan malam itu, PM May membahas soal sosok Churchill dan hubungan AS-Inggris yang sangat erat. Churchill pernah menjabat PM Inggris selama dua periode, yakni tahun 1940-1945 dan tahun 1951-1955.

 

Disebutkan PM May bahwa kedua negara memiliki 'hubungan paling spesial dengan sejarah panjang dan membanggakan'.

 

"Tuan Presiden, Sir Winston Churchill pernah mengatakan bahwa 'memiliki Amerika Serikat di pihak kita sungguh, bagi saya, merupakan kebahagiaan terbesar'," ucap PM May kepada Trump.

 

"Sekarang, demi seluruh rakyat kita, mari kita bekerja bersama untuk membangun masa depan yang lebih makmur," imbuhnya, setelah menyerukan kesepakatan perdagangan bebas dengan AS usai Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa pada Maret tahun depan.

 

Trump mendapat sambutan kehormatan yang megah dan meriah saat tiba di Blenheim Palace yang terletak di Oxfordshire. Alunan drum band Skotlandia, Irlandia dan Wales menyambut kehadiran Trump dan istrinya.

 

PM May dan suaminya, Philip, tampak menyambut Trump dan Melania saat turun dari limusin kepresidenan AS, The Beast. Empat tokoh itu kemudian berjalan bersama melewati karpet merah yang digelar di halaman depan Blenheim Palace.

 

Trump dijadwalkan melakukan kunjungan selama 4 hari di Inggris. Dia tiba di Bandara Stansted pada Kamis sore waktu setempat dan bergerak ke Winfield Hpuse, kediaman diplomatik AS di London, dengan helikopter.

 

Kunjungan ke Inggris ini merupakan yang pertama kali sejak Trump menjabat Presiden AS. Selain berbicara dengan PM May, Trump rencananya akan minum teh bersama Ratu Elizabeth II dan menghabiskan akhir pekan di Skotlandia.

 

Trump Langgar Protokol Kerajaan 

 

Seperti dilansir Kumparan, Trump telah menemui Ratu Elizabeth II. Dalam pertemuannya itu, Trump yang ditemani istrinya, Melania, melanggar dua etiket kerajaan. Bertemu pada Jumat waktu setempat, kedua tokoh itu berbincang sambil minum teh, dilanjutkan dengan berjalan kaki di sekitar Windsor Castle. Namun ketika mereka tengah menuju barisan Penjaga Kehormataan Coldstream Guards, Trump tampak berjalan mendahului sang ratu.

 

Presiden ke-45 AS itu lantas berhenti dan menghalangi langkah Ratu Elizabeth II yang menyusul Trump dan berjalan di sampingnya.

 

Meski insiden ini terjadi dalam waktu yang singkat, tak sedikit warga Inggris bahkan publik luas yang terkejut menyaksikan sikap Trump. Sebab, peraturan kerajaan melarang seseorang untuk berjalan di depan ratu.

 

Tak hanya itu, Trump juga dinilai lancang karena tidak membungkuk di hadapan Ratu Elizabeth II saat pertama kali bertemu. Begitu pula dengan Melania yang hanya menjabat tangan pemimpin Inggris tersebut.

 

Membungkuk memang tidak diwajibkan, tetapi dianggap sopan santun dan dipraktekkan oleh hampir semua orang yang bertemu dengan Ratu Elizabeth II.

 

The New York Times melansir, salah satu staf Melania mengatakan, Ibu Negara itu telah diberi pengarahan soal peraturan Kerajaan Inggris sebelum bertemu Ratu Elizabeth II. Akan tetapi, belum jelas apakah Trump --yang disebut tak butuh diberi arahan-- juga menerima penjelasan serupa.

 

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kerajaan Inggris soal insiden itu. Namun begitu, ribuan warganet dengan cepat membahas kelakuan Trump di hadapan Ratu Elizabeth II dan menyayangkan kelakuan presiden AS itu. Mereka menilai Trump memperlakukan Ratu Elizabeth II secara tidak sopan.