Amerika Tinjauan dari Dalam 24 Juli 2018
Sejumlah tema yang diulas dalam acara Amerika Tinjauan dari Dalam kali ini adalah Di Helsinki, Trump Bertemu dengan Putin. Gedung Putih Tolak Usul Rusia soal Interogasi Warga AS. Pentagon Musnahkan Laporan Kejahatan Asusila Militer AS. Ekspor Senjata Amerika Meningkat Tajam. Industri Otomotif AS Protes Kebijakan Tarif Trump.
Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin bertemu di Helsinki pada 17 Juli 2018. Trump menuai kecaman dari para politikus senior Partai Republik dan Demokrat usai pertemuannya dengan Putin. Senator John McCain menyebut sikap Trump memalukan dan tercela karena dalam pertemuannya dengan Putin, Trump justru menegaskan bahwa Vladimir Putin tidak mengintervensi pemilihan presiden AS.
Trump dalam konferensi pers terlihat membela Rusia dalam masalah intervensi pemilu presiden 2016.
Wawancara
Presiden Rusia mengatakan kepada saya bahwa itu bukanlah perbuatan Rusia dan sayapun tidak melihat alasan mengapa Rusia melakukannya. Dalam pertemuan ini saya tanyakan langsung kepada Presiden Putin mengenai intervensi Rusia dalam pemilu AS 2016 dan presiden Putin pun ingin membahasnya. Putin memiliki perasaan kuat mengenai masalah ini, dan memiliki gagasan menarik tentang isu tersebut.
Dilaporkan, lebih dari separuh orang Amerika tidak menyetujui cara Presiden Donald Trump menangani hubungan AS dengan Rusia. Menurut survei bersama Reuters/Ipsos yang dirilis Kamis (18/7/2018), sebanyak 55 persen responden tidak setuju, sementara 37 persen lainnya menyetujui cara Trump berurusan dengan Rusia.
Jajak pendapat ini dilakukan setelah pertemuan kontroversial dan konferensi pers bersama Trump dengan Presiden Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia. Di KTT Helsinki, Trump menolak menyalahkan Rusia terkait tudingan campur tangan dalam pemilu AS tahun 2016 dan meragukan temuan badan-badan intelijen AS.
Gedung Putih menolak usul Presiden Rusia soal interogasi terhadap warga Amerika Serikat. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan usulan kepada pemerintah Amerika agar Moskow diberi izin untuk menginterogasi warga Amerika yang diduga melakukan tindak kriminal di wilayah hukum Rusia, namun Presiden Amerika, Donald Trump tidak menyetujui.
Sebaliknya Gedung Putih berharap Putin bisa mendesak 12 warga Rusia yang sudah diidentifikasi agar diterbangkan ke AS untuk memberikan pengakuan bersalah atau pembelaan tidak bersalah.
Pada hari Kamis (19/7), anggota senior Komisi Hubungan Luar Negeri DPR Amerika, Eliot Engel beserta empat anggota Kongres dari Partai Demokrat, dalam suratnya meminta Trump secara terbuka menolak usulan Putin tersebut.
Padahal dalam jumpa pers bersamanya dengan Trump di Helsinki, Putin mengatakan, Moskow mengizinkan tim investigasi Amerika untuk ikut melakukan interogasi terhadap 12 warga Rusia yang oleh Penasihat Khusus pemerintah Amerika, Robert Mueller, dituduh telah merancang konspirasi dan mengintervensi pemilu presiden Amerika tahun 2016 lalu.
Konflik dagang antara AS dengan Eropa tidak kunjung usai. Di tengah ancaman Amerika Serikat untuk mengembalikan sanksi nuklir terhadap Iran, Uni Eropa memutuskan merevisi Undang-Undang Pemblokiran (Blocking Statute) demi melawan sanksi AS terhadap Iran. UU ini secara penuh akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2018 sebelum Washington mengembalikan paket pertama sanksi terhadap Tehran.
UU ini bertujuan untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa dari dampak sanksi ekstra-teritorial oleh negara ketiga. Aturan ini akan memungkinkan perusahaan Eropa untuk menutupi kerugian akibat sanksi sepihak AS dan menuntut ganti rugi.
Para pejabat AS telah berbicara tentang penerapan sanksi ketat terhadap ekspor minyak Iran, tetapi sekarang mereka sepertinya telah mundur dari posisi tersebut. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, mengatakan AS ingin menghentikan ekspor minyak Iran ke titik nol, namun pengecualian mungkin saja diberikan dalam keadaan yang sangat spesifik.
Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker menilai upaya Presiden AS, Donald Trump untuk membagi Eropa menjadi dua kelompok dari sisi perdagangan tidak bernilai. Menurut Juncker, Trump sebelumnya berupaya melakukan hal serupa, tapi tidak berhasil. Oleh karena itu, upayanya untuk memecah belah Eropa sia-sia saja.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump kepada BBC menyatakan bahwa Uni Eropa memanfaatkan AS dalam perdagangan internasional. Tidak hanya itu, Trump juga menyerang negara-negara Eropa anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menyulut banjir kecaman dari berbagai kalangan, terutama pemimpin negara Eropa seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sedang berusaha memusnahkan laporan terkait kejahatan asulisa di kalangan tentara Amerika. Menurut laporan surat kabar USA Today, para pejabat Pentagon menyatakan, Kementerian Pertahanan Amerika selama berbulan-bulan menunda publikasi laporan lembaga think-tank RAND terkait bahaya kejahatan asusila bagi militer negara ini yang dilakukan di pangkalan-pangkalan militer.
Sesuai dengan laporan ini, pada 30 September 2017, tercatat ada 6.769 laporan pelecehan seksual di pangkalan-pangkalan militer Amerika, dan itu berarti mengalami peningkatan hampir 10 persen bila dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 6.172 laporan.
Charles Hooper, Direktur Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Amerika Jumat (20/7) menyatakan, Washington selama enam bulan pertama tahun 2018 menjual senjata senilai 46,9 miliar dolar. Angka penjualan ini naik lima miliar dolar dibandingkan dengan total penjualan senjata tahun 2017.
Charles Hooper mengingatkan, Amerika di tahun 2017 menjual senjata senilai 41,9 miliar dolar. Amerika masih tercatat sebagai eksportir senjata terbesar dunia. Negara-negara Arab kawasan selatan Teluk Persia termasuk Arab Saudi merupakan konsumen utama senjata buatan Amerika Serikat.
Dalam peristiwa 11 September 201, sekitar tiga ribu orang tewas dan lebih dari enam ribu lainnya terluka. 15 orang dari 19 pelaku serangan 11 September 2001 adalah warga Arab Saudi dan anggota kelompok teroris al-Qaeda.
Perusahaan-perusahaan otomotif Amerika Serikat akhirnya bersuara memprotes penerapan kebijakan tarif impor mobil dan suku cadang, dan mengadukannya kepada sejumlah anggota Kongres negara itu.
Diperkirakan peningkatan 25 persen tarif impor kendaraan dan suku cadang yang bersumber dari kebijakan Donald Trump itu akan berujung dengan penurunan volume penjualan kendaraan sehingga akhirnya mempersempit lapangan kerja bagi warga Amerika sendiri.