AS Mulai Terapkan Paket Baru Sanksi terhadap Rusia
-
Hubungan AS dan Rusia terus memanas setelah Washington menjalankan unilateralisme dan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Rusia yang terkait dengan serangan kimia atas mantan intelijen Rusia Sergei Skripal, mulai berlaku pada Senin, 27 Agustus 2018.
Washington, seperti dilansir Sputniknews, mengumumkan sanksi baru anti-Moskow atas dugaan penggunaan senjata kimia di Salisbury, Inggris.
Pemerintah AS mengumumkan dua putaran sanksi pada 8 Agustus. Paket pertama sanksi yang mulai berlaku pada hari ini akan mencakup larangan pasokan perangkat elektronik dan komponen dengan fungsi ganda ke Rusia.
Langkah-langkah ketat akan menghentikan penjualan senjata AS ke Rusia serta pembiayaan penjualan senjata, dan melarang ekspor barang dan teknologi yang sensitif bagi keamanan nasional.
Setelah insiden keracunan Skripal, Washington menuduh Moskow belum memusnahkan senjata kimianya.
Padahal, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, perlucutan senjata kimia Rusia telah dikonfirmasi oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), sementara AS sendiri meminta penundaan proses itu hingga awal tahun 2020.
"Rusia sudah tiga tahun lalu membongkar senjata kimianya dan OPCW mengkonfirmasi bahwa proses perlucutan senjata kimia kami telah selesai," tegas Lavrov.
Hubungan AS dan Rusia terus memanas setelah Washington menjalankan unilateralisme dan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow. AS telah menerapkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Rusia, yang kemudian dibalas oleh Kremlin. (RM)