Petinggi Rusia Sebut Pembunuhan Khashoggi Bongkar Kejahatan Saudi
-
Jamal Khashoggi
Seorang pejabat Rusia mengatakan, pembunuhan wartawan dan kritikus Saudi, Jamal Khashoggi telah membuka mata masyarakat dunia akan kejahatan Arab Saudi.
Shamil Sultanov, mantan anggota Duma dan direktur pusat riset Timur Tengah Rusia Ahad (11/11) saat diwawancarai IRNA di Moskow menambahkan, media Barat selama bertahun-tahun berusaha menutupi kejahatan Arab Saudi, namun pembunuhan Khashoggi sangat mengerikan dan membuat upaya ini sia-sia.
"Kini upaya untuk melupakan kejahatan ini pasti tidak akan berhasil," ungkap Sultanov.
Ketua Pusat Riset Timur Tengah Rusia ini menambahkan, Riyadh dengan dukungan Amerika dan memanfaatkan dolar minyaknya berusaha untuk membuat kasus pembunuhan Khashoggi terlupakan, dan tidak berencana menemukan pelaku sebenarnya kejahatan ini atau pun menghukum mereka.
Jamal Khashoggi 2 Oktober dilaporkan hilang setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki. Beberapa hari kemudian media melaporkan pembunuhan Khashoggi di dalam gedung konsulat Riyadh dan kasus ini memicu kemarahan dunia terhadap Al Saud.
Sultanov menekankan, kini waktu yang tepat bagi masyarakat dunia menekan Arab Saudi untuk menghentikan penumpasan terhadap oposisi di negara tersebut dan mengakhiri kejahatan perangnya di Yaman.
Arab Saudi sejak Maret 2015 dengan dukungan AS dan sejumlah negara Barat menyerang Yaman. Perang yang dikobarkan Saudi di Yaman sampai saat ini telah menewaskan dan menciderai puluhan ribu orang serta memaksa jutaan warga mengungsi. (MF)