Sekilas Bentrokan di Perancis
https://parstoday.ir/id/news/world-i65199-sekilas_bentrokan_di_perancis
Hampir 1.800 orang ditahan di seluruh Perancis dalam aksi demonstrasi terbaru jaket kuning (rompi kuning) yang merupakan unjuk rasa berskala besar dalam beberapa tahun terakhir ini, demikian diumumkan Kementerian Dalam Negeri.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 10, 2018 18:22 Asia/Jakarta
  • Unjuk rasa di Paris.
    Unjuk rasa di Paris.

Hampir 1.800 orang ditahan di seluruh Perancis dalam aksi demonstrasi terbaru jaket kuning (rompi kuning) yang merupakan unjuk rasa berskala besar dalam beberapa tahun terakhir ini, demikian diumumkan Kementerian Dalam Negeri.

Pasukan keamanan Perancis pada hari Sabtu, 8 Desember 2018 menggeledah para pengunjukrasa yang naik kereta api dan menyita peralatan yang mereka bawa seperti bola-bola petangue yang terbuat dari logam hingga raket tenis. Benda-benda ini disita karena dikhawatirkan akan digunakan sebagai "senjata."

Menara Eiffel dan Museum Louvre dibuka kembali hari Minggu, 9 Desember 2018, setelah ditutup akibat demonstrasi dan kerusuhan sehari sebelumnya. Toko-toko juga mulai buka kembali.

 

Banyak pihak yang menanggung kerugian akibat kaca-kaca jendela toko yang pecah dan penjarahan yang terjadi. Belum lagi termasuk kerugian karena tutup pada puncak musim belanja menjelang Natal.

 

Angin kencang dan hujan yang melanda Paris pada Sabtu malam sehingga menyulitkan upaya pembersihan hari Minggu. Tutup tabung gas air mata tampak berserakan di jalan berbatu bulat di sekitar Champs-Elysees.

 

Para pengunjukrasa merusak kayu-kayu yang menutupi dan melindungi kaca toko-toko di Paris dalam aksi mereka pada hari Sabtu. Polisi berulangkali mengusir mereka dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.

 

Demonstrasi hari Sabtu ditujukan langsung kepada Presiden Emmanuel Macron, yang minggu lalu membuat keputusan mengejutkan untuk tidak mempedulikan protes terhadap kenaikan pajak BBM, yang memicu demonstrasi pertama satu bulan lalu.

 

Aksi demonstrasi yang sudah bergulir berminggu-minggu itu kini tidak sekedar memprotes kenaikan pajak BBM, tetapi juga kenaikan upah mininum dan pengunduran diri Macron. (RA)