Ketika Trump Mengakui Dirinya Tidak Populer di Eropa
-
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
Sejak Donald Trump berkuasa sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2017, hubungan dua pesisir samudera Atlantik telah berjalan jauh sejak perselisihan antara Eropa dan Amerika Serikat mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal perdagangan, politik dan keamanan.
Presiden Amerika Serikat telah berulang kali menyalahkan sekutu Eropa Washington karena berbagai alasan. Dalam sambutannya yang terakhir tentang masalah ini, Trump mengakui ketidakpopulerannya di Eropa karena telah meminta Eropa mengambil bagian lebih besar dari pengeluaran militer, serta untuk mengakhiri penyalahgunaan Eropa atas masalah perdagangan dari Amerika Serikat.
Trump pada hari Kamis (03/01) kepada wartawan mengklaim, "Anda memiliki negara-negara yang sangat kaya dengan pengeluaran militer yang rendah. Karena Amerika Serikat membayar biaya ini. Itulah sebabnya negara-negara ini menyalahgunakan militer AS! Mereka dapat dengan mudah dapat membayar ongkosnya secara penuh. Mereka juga akan menyalahgunakan kita di bidang perdagangan."
Donald Trump, sejak kampanye pemilihan presiden Amerika pada tahun 2016 dan setelah memasuki Gedung Putih, berulang kali dan pada berbagai kesempatan, mengritik pengabaian sejumlah negara anggota NATO untuk mencapai tujuan mereka, termasuk alokasi dua persen dari produk domestik bruto mereka untuk urusan pertahanan dan militer, serta kurangnya dana yang memadai untuk pendanaan NATO. Menurutnya, dari 29 anggota NATO, 23 negara belum mengalokasikan dua persen dari PDB mereka untuk sektor militer dan memperingatkan bahwa mereka akan "menyikapi" jika mereka tidak memenuhi komitmen mereka kepada NATO.
Mayoritas anggota NATO menyadari sikap negatif Trump terhadap NATO. Setelah berkuasa di Gedung Putih, Trump menyebut NATO organisasi yang "ketinggalan zaman", yang membuat Amerika Serikat harus menanggung biaya banyak serta menyatakan bahwa tidak akan lagi mendukung NATO. Berbeda dengan negara-negara utama Eropa, Jerman menentang pandangan Trump bahwa mereka akan menjamin biaya yang diperlukan untuk memastikan keamanan Eropa. Pada saat yang sama, negara-negara Eropa sekarang berusaha untuk menciptakan struktur militer Eropa yang independen, seperti pembentukan tentara Eropa, untuk menghilangkan tekanan dari Washington dan meraih independensi pertahanan.
Masalah lain adalah klaim Trump tentang penyalahgunaan Eropa dari hubungan dagang dengan Amerika Serikat, yang diduga menyebabkan kerugian besar bagi Amerika Serikat dan membuat banyak keuntungan bagi Eropa. Namun, dari sudut pandang Eropa, hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral antara kedua negara telah menguntungkan dan telah menciptakan ratusan ribu peluang kerja di Amerika Serikat. Terlepas dari beberapa perjanjian sementara dengan Eropa dan memang mewujudkan jenis gencatan senjata di bidang perang dagang, Trump telah menyerukan peningkatan tekanan pada Eropa demi mendapatkan lebih banyak hak istimewa.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para kepala negara Uni Eropa, Donald Tusk, ketua Dewan Eropa, memperingatkan dengan serius tentang konflik perdagangan penuh antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Ia mengatakan, "Uni Eropa dengan memperhatikan kebijakan merusak Donald Trump, harus mempersiapkan diri untuk skenario terburuk." Seluruh masalah ini telah menyebabkan meningkatnya ketidakpopuleran Trump di Eropa, sehingga tingkat popularitas dan kepercayaan di antara orang-orang Eropa kepada Amerika Serikat berada di level yang rendah.