Griffiths Khawatir Eskalasi Tensi Militer di Yaman
-
Marin Griffiths
Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths mengaku khawatir atas transformasi pekan lalu dan eskalasi konfrontasi bersenjata di Yaman.
IRIB Kamis (10/1) melaporkan, Martin Griffiths seraya menyeru seluruh pihak yang bertikai di Yaman untuk menahan diri, meminta persiapan kondisi yang tepat untuk memulai perundingan damai.
Dialog damai keempat Yaman digelar mulai 6 Desember dengan melibatkan pihak-pihak Yaman dan dipimpin oleh Griffiths di Stockholm Swedia serta berakhir hari Kamis 13 Desember 2018 dengan dicapainya kesepakatan gencatan senjata di al-Hudaydah.
Sampai saat telah diambil berbagai langkah untuk mengakhiri perang Yaman, namun upaya tersebut terus mencapai kebuntuan akibat sabotase Arab Saudi dan sekutunya.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara Arab miskin ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
Agresi Arab Saudi ke Yaman juga membuat negara ini mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan. (MF)