Ultimatum Amerika atas Venezuela
-
John Bolton
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dua tahun terakhir menerapkan kebijakan penggulingan pemerintahan sosialis Venezuela pimpinan Presiden Nicolas Maduro, dan Washington saat ini memusatkan perhatiannya pada instrumen ekonomi untuk menekan Caracas dan opsi militer masih sebatas ancaman.
Namun demikian ancaman militer itu dari hari ke hari kian santer. Penasihat Keamanan Nasional Amerika, John Bolton dalam sebuah wawancara mengatakan, Donald Trump sangat serius saat menyampaikan seluruh opsi untuk Venezuela ada di atas meja. Terkait pernyataan bahwa semua opsi tersedia untuk menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro, itu bukan kelakar.
Pada saat yang sama Penasihat Keamanan Nasional Amerika tidak membantah ataupun mengkonfirmasi langkah Washington mempersenjatai kelompok oposisi pemerintah Venezuela atau spekulasi terkait serangan militer ke negara Amerika Latin kaya minyak itu.
Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika berusaha keras memprovokasi angkatan bersenjata Venezuela untuk melakukan kudeta dan mengajak mereka bergabung dengan kubu oposisi pimpinan Juan Guaudo.
Sebagaimana diketahui Guaido pada 23 Januari 2019 memproklamirkan diri sebagai presiden interim Venezuela dengan dukungan terbuka Amerika dan sekutu-sekutunya. Langkah ini jelas merupakan upaya merongrong pemerintahan pilihan rakyat negara itu.
Dukungan terbuka Amerika terhadap Juan Guaido membuktikan dengan jelas bahwa Washington berusaha memanfaatkan kubu oposisi Venezuela sebagai alat tekan politik terhadap pemerintahan Caracas melengkapi tekanan ekonomi dan bahkan militer yang mungkin akan dirasakan rakyat Venezuela.
Sejumlah negara dunia seperti Rusia, Cina dan Iran menyatakan dukungan atas rakyat Venezuela dan secara terang-terangan mengecam langkah Amerika serta menuntut negara itu untuk menghormati kedaulatan nasional Venezuela.
PBB sendiri mengumumkan penentangannya atas segala bentuk invasi militer di Venezuela dan menekankan pentingnya solusi politik berlandaskan dialog nasional.
Deputi Juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq mengatakan, PBB percaya seluruh pihak berkepentingan di Venezuela harus menghindari segala langkah yang berakibat pada peningkatan eskalasi ketegangan di negara ini.
Dalam beberapa hari ke belakang, seiring penangkapan kepala kantor sekaligus penasihat Juan Guaido pada hari Kamis (21/3/2019), ketegangan kubu oposisi dan pemerintah Venezuela semakin meningkat.
Guaido menilai langkah pemerintah Caracas ini sebagai upaya untuk menyerangnya dan ia mengatakan pemerintah sudah menangkap orang dekatnya.
Senada dengan Guaido, pemerintah Gedung Putih mengecam penangkapan tersebut, namun Caracas mengaku melakukan langkah ini dalam rangka memerangi aktor-aktor yang berusaha menggulingkan pemerintah.
Menteri Dalam Negeri Venezuela mengumumkan, kepala kantor Juan Guaido adalah bagian dari dari kelompok teroris yang merencanakan penyerangan.
Amerika terus meningkatkan tekanannya terhadap pemerintahan Maduro dengan maksud agar presiden pilihan rakyat Venezuela itu terpaksa mundur dan Juan Guaido, bonekanya, dapat naik ke tampuk kekuasaan di negara itu.
Akan tetapi Nicolas Maduro berulangkali menegaskan tidak akan pernah menyerah dan tunduk pada tekanan Amerika dan sekutu-sekutunya, dan selama ini ia masih mendapat dukungan kuat dari rakyat yang memilihnya dan angkatan bersenjata yang menyatakan sumpah setia kepadanya. (HS)