Pertemuan Vladimir Putin dan Kim Jong-un
https://parstoday.ir/id/news/world-i69534-pertemuan_vladimir_putin_dan_kim_jong_un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin untuk pertama kalinya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 25, 2019 11:13 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
    Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin untuk pertama kalinya.

"Saya berharap pertemuan dengan Putin akan sukses dan bermanfaat," ujar Kim setelah tiba di kota pelabuhan Vladivostok, Rusia.

"Saya berharap bahwa kita dapat membahas pertanyaan konkret tentang negosiasi perdamaian di Semenanjung Korea dan hubungan bilateral kita," tambahnya.

Lawatan Kim ke Rusia dilakukan setelah dua putaran perundingan dengan Presiden AS Donald Trump gagal mencapai kesepakatan. Perubahan haluan ini tentu membawa pesan penting untuk Gedung Putih.

Trump mengambil pendekatan "semua atau tidak sama sekali" dalam perundingan dengan Korut dan ingin memposisikan negara itu sebagai pihak yang kalah. Dia berharap dapat memaksa Pyongyang secara mutlak mengikuti tuntutan Washington.

Setelah gagalnya dua putaran perundingan, Kim berkesimpulan bahwa AS bukan negosiator yang bisa dipercaya dan tidak memenuhi kewajibannya meskipun Pyongyang telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal.

Korut akhirnya kembali memulai uji coba rudal dan mengirim pesan kepada AS bahwa mereka bisa kembali ke era sebelum perundingan dengan cepat, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan Washington.

Pertemuan Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump di Hanoi, Vietnam.

Kim juga telah mengeluarkan ultimatum bahwa AS memiliki waktu sampai Desember 2019 untuk menyelamatkan KTT bilateral dari kegagalan total.

Pyongyang mempekirakan bahwa AS akan meningkatkan sanksi terhadap Korut setelah kegagalan perundingan bilateral. Oleh karena itu, Kim ingin meningkatkan kerja sama dengan Rusia dan Cina sehingga bisa melewati periode sulit sanksi AS.

Artyom Lukin, seorang profesor di Far Eastern Federal University di Vladivostok mengatakan, "Kim ingin mendapatkan bantuan ekonomi dari Presiden Putin, tetapi kecil kemungkinan Kremlin akan memenuhi permintaan Pyongyang."

Bagi Putin, pertemuan ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Rusia tetap menjadi pemain utama global meski sedang dikenai sanksi oleh Eropa dan AS.

"Adapun Rusia, KTT Putin-Kim akan menegaskan kembali posisi Moskow sebagai pemain utama di Semenanjung Korea. Pertemuan ini penting untuk prestise internasional Rusia,” ujar Lukin.

Di sini, Putin juga dapat mengusulkan dimulainya kembali perundingan denuklirisasi enam pihak, yang melibatkan Amerika Serikat, Cina, Rusia, Jepang dan kedua Korea.

Namun, Pyongyang juga tidak memperoleh apapun dari perundingan enam pihak, karena AS tidak memenuhi komitmennya setelah Korut menangguhkan kegiatan nuklirnya. (RM)