Dubes India di AS: Sanksi AS terhadap Iran Merugikan Rakyat India
https://parstoday.ir/id/news/world-i69704-dubes_india_di_as_sanksi_as_terhadap_iran_merugikan_rakyat_india
Duta besar India di Washington Selasa (30/4) mengatakan, sanksi Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi di India serta merusak kehidupan warga negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 01, 2019 07:57 Asia/Jakarta
  • Dubes India di AS Harsh Vardhan Shringla
    Dubes India di AS Harsh Vardhan Shringla

Duta besar India di Washington Selasa (30/4) mengatakan, sanksi Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi di India serta merusak kehidupan warga negara ini.

IRNA melaporkan, Harsh Vardhan Shringla seraya mengisyaratkan bahwa India pembeli terbesar minyak Iran setelah Cina mengungkapkan, upaya Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi minyak Iran akan member dampak langsung terhadap perekonomian India.

Trump dan Sanksi Minyak Iran

 

Seraya menjelaskan kilang minyak India dibangun untuk olahan minyak Iran dan tidak ada mungkin digunakan untuk jenis minyak mentah lainnya, Shringla mengatakan, pemanfaatan India untuk menekan Iran oleh Amerika bisa jadi menimbulkan hasil sebaliknya.

Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari AS Mike Pompeo seraya meminta pengecualian New Delhi dari sanksi minyak Iran menegaskan, mengganti minyak Iran bukan hal yang mudah.

Pemerintah Amerika Senin pekan lalu secara resmi mengumumkan tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi kepada konsumen minyak Iran.

Terkait hal ini, menlu AS dalam sebuah jumpa pers mengklaim, Washington dengan membatalkan pengecualian ini berencana membuat ekspor minyak Iran ke titik nol.

Ini bukan pertama kalinya AS berjanji menutup total ekspor minyak Iran. Pemerintah AS setelah keluar secara sepihak dari JCPOA berjanji akan membuat ekspor minyak Iran ke titik nol sebelum pelaksanaan sanksi, namun mereka gagal.

 

Presiden AS Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran. Ia juga menyatakan akan memulihkan sanksi nuklir ilegal terhadap Tehran.

 

Langkah Donald Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri Amerika maupun di tingkat internasional. (MF)