Arah Baru Dinamika JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i72331-arah_baru_dinamika_jcpoa
JCPOA dipandang penting bagi para anggota kelompok 4 + 1, terutama Rusia untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Oleh karena itu Moskow berulangkali menyerukan keberlanjutan perjanjian nuklir internasional ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 29, 2019 07:51 Asia/Jakarta

JCPOA dipandang penting bagi para anggota kelompok 4 + 1, terutama Rusia untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Oleh karena itu Moskow berulangkali menyerukan keberlanjutan perjanjian nuklir internasional ini.

Langkah balasan Iran dalam menanggapi inkonsistensi pihak Eropa memicu reaksi Rusia yang menegaskan urgensi kelangsungan JCPOA. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov hari Minggu sebelum pertemuan komisi bersama JCPOA menyerukan supaya Iran menahan diri dari langkah-langkah lebih lanjut yang akan meningkatkan ketegangan. Ryabkov mengatakan bahwa Rusia memahami motif Tehran menurunkan komitmennya sebagai reaksi dari penurunan komitmen pihak lain.

Statemen pejabat tinggi Rusia ini berkaitan dengan langkah Iran baru-baru yang mengurangi komitmennya terhadap JCPOA. Selama ini Iran telah menjalankan komitmennya terhadap perjanjian nuklir ini. Tapi anggota lain dari pihak Eropa belum melaksanakan janjinya, atau mungkin tidak bersedia memenuhi kewajibannya, termasuk penerapan mekanisme keuangan khusus dengan Iran, yang disebut Instex.

Pada 8 Mei 2019, Iran mengumumkan peningkatan cadangan uraniumnya yang diperkaya sebagai tahap pertama reaksi Iran terhadap inkonsistensi pihak Eropa. Kemudian hari Minggu, 7 Juli, Iran mengambil langkah keduanya mengurangi komitmennya terhadap JCPOA dengan mengumumkan bahwa pengayaan uranium akan ditingkatkan di atas 3,67 persen. Iran memberikan batas waktu 60 hari kepada pihak Eropa untuk menjalankan komitmennya terhadap JCPOA.

Berdasarkan tenggat waktu yang disampaikan Tehran, anggota kelompok 4 + 1, terutama pihak Eropa, seharusnya membantu Iran dalam memfasilitasi urusan perbankan dan penjualan minyak negara ini. Iran mengumumkan akan meningkatkan tingkat pengayaan uraniumnya menjadi 3,67 persen jika pihak Eropa tidak memenuhi janjinya. Tehran juga menekankan akan mengambil langkah lanjutan dengan mengurangi secara bertahap komitmennya terhadap JCPOA. Masalah ini menimbulkan kekhawatiran pihak troika Eropa yaitu Jerman, Prancis dan Inggris, serta Uni Eropa.

 

Pertemuan tingkat wakil menteri dan dirjen politik kementerian luar negeri negara anggota kelompok 4+1 yang berlangsung hari Minggu 28 Juli, di Wina, mencerminkan keprihatinan  terhadap langkah Iran tersebut. Namun, para pejabat tinggi Iran berulangkali  menegaskan sikap  Tehran yang akan mengambil langkah secara rasional menyikapi aksi pihak Eropa terhadap tuntutan Iran.

Iran menyerukan implementasi Instex secara lebih cepat dann efektif, termasuk masalah penjualan minyak Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Instex akan membantu negara ketiga untuk menjaga JCPOA. Ryabkov menegaskan bahwa masalah reaktor Arak dan Instex termasuk isu yang dibahas dalam pertemuan Komisi Bersama JCPOA. Semua proyek yang sedang berjalan, termasuk yang terkait dengan ancaman AS, implementasi sanksi, Fordow dan Arak merupakan  deretan isu utama yang dibahas dalam pertemuan Wina.

Mempertimbangkan dinamika baru politik dan keamanan di Asia Barat dan Eropa, Iran memandang pertemuan komisi bersama JCPOA dalam situasi saat ini sebagai langkah penting.

Deputi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menekankan bahwa pertemuan tersebut  diadakan berhubungan dengan masalah implementasi pengurangan komitmen Iran dan permintaan negara-negara Eropa kepada Tehran supaya meninjau langkah tersebut, serta beberapa tindakan negara-negara Eropa yang dianggap Iran sebagai pelanggaran atau kegagalan dalam memenuhi kewajibannya.

Araqchi mengatakan, "Selama sebulan terakhir terjadi dinamika baru, dan pertemuan luar biasa komisi bersama penting untuk digelar. Kini penurunan komitmen kami tiba di tahapan operasional. Laporan IAEA telah dirilis, dan Amerika Serikat berusaha mengangkat masalah ini di Dewan Gubernur IAEA, tetapi negara-negara Eropa mengambil posisi rasional dengan mengatakan bahwa isu ini bukan tempatnya dibahas di Dewan Gubernur, namun mekanismenya ada di JCPOA yang melibatkan komisi bersama. Oleh karena itu, masalah tersebut harus dibahas komisi bersama,".

Dengan cara ini, Eropa berharap Iran mempertahankan posisi logisnya. Pada saat yang sama Tehran tetap menekankan keseriusan pihak Eropa dalam memenuhi janji-janjinya terhadap JCPOA.(PH)