Mengapa India Tinjau Ulang Pembelian Drone AS ?
https://parstoday.ir/id/news/world-i72408-mengapa_india_tinjau_ulang_pembelian_drone_as
Militer India dikabarkan meninjau ulang pembelian pesawat nirawak canggih AS, Predator-B.
(last modified 2026-05-05T14:48:19+00:00 )
Jul 31, 2019 07:19 Asia/Jakarta

Militer India dikabarkan meninjau ulang pembelian pesawat nirawak canggih AS, Predator-B.

Hindustan Times melaporkan, angkatan bersenjata India sedang meninjau ulang rencana pembelian 30 unit Predator-B senilai enam miliar dolar tidak lama setelah pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menembak jatuh drone mahal dan canggih AS itu.

Bulan lalu, unit udara Sepah Pasdaran Republik Islam Iran berhasil menembak jatuh drone global hawk yang melanggar zona udara Iran di selat Hormuz. Padahal pesawat nirawak senilai 176 juta dolar ini termasuk salah satu drone termahal dan tercanggih yang diproduksi AS.

Sebelum peristiwa penembakan jatuh pesawat tanpa awak ini, pihak AS menyatakan bahwa global hawk memiliki kemampuan terbang tinggi dan tidak bisa dilacak radar, sehingga sulit dideteksi, apalagi ditembak. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya. Militer Iran berhasil membalikkan klaim ini, dan global hawk berhasil ditembak jatuh.

 

drone global hawk

 

Langkah India meninjau ulang keputusan pembelian global hawk mengindikasikan pandangan realistis New Delhi dalam masalah alutsista yang berkaitan dengan kepentingan nasional negara ini. Sebelumnya, India membatalkan kontrak militer senilai 500 juta dolar dengan rezim Zionis setelah kegagalan pengujian rudal anti-tank Spike. Lebih dari itu, New Delhi melirik pembelian S-400 Rusia.

Peninjauan ulang pembelian pesawat nirawak AS oleh India saat ini berlangsung di saat angkatan udara negara sudah merencanakan pembelian drone Predator-B. Pada saat yang sama Washington berharap India bisa menyaingi Cina yang dipandang Gedung Putih sebagai rival utamanya. Tapi semua skenario AS ini pupus satu- persatu, karena fakta di lapangan jauh panggang dari api.

Mengenai hal ini, analis politik India, Mohan Goswami mengatakan, politik strategis India menjaga independensi negaranya yang mengutamakan kepentingan nasionalnya, dan akan menghadapi musuh seorang diri.

Kepala Pusat Riset Alternatif Politik India menjelaskan bahwa kebijakan India senantiasa realistis yang akan mengusung kepengtingan nasionalnya dan menjaga sumber daya alam jangka panjang, serta sikap netral terhadap masalah internasional, sebab bagi negara berpendapatan rendah akan menimbulkan berbagai masalah ekonomi.

Meskipun belum bisa dipastikan apa keputusan akhir New Delhi dalam masalah pembelian drone AS, tapi peninjauan ulang dari pihak militer India tersebut memberikan pesan penting untuk dunia. Keputusan India sebagai negara penting dan berpengaruh di tingkat global dalam masalah pembelian drone AS akan berdampak terhadap langkah yang diambil negara dunia lainnya.

Pastinya, nasib perusahaan AS produsen drone ini sedang dililit masalah serius karena kepercayaan yang semakin menurun. Dan kini, langkah Trump mulai menunjukkan dampak destruktif terhadap urusan dalam negerinya sendiri.(PH)