Macron Ingin Kesepakatan Nuklir Baru dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i73243-macron_ingin_kesepakatan_nuklir_baru_dengan_iran
Presiden Perancis, Emmanuel Macron saat jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Amerika, Donald Trump menyebut perundingan para pemimpin kelompok G-7 terkait berbagai isu termasuk Iran konstruktif.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 27, 2019 18:00 Asia/Jakarta
  • Emmanuel Macron
    Emmanuel Macron

Presiden Perancis, Emmanuel Macron saat jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Amerika, Donald Trump menyebut perundingan para pemimpin kelompok G-7 terkait berbagai isu termasuk Iran konstruktif.

Menurut laporan Tasnim News Senin (26/08), Emmanuel Macron dan Donald Trump di akhir KTT G-7 di kota Biarritz, Perancis saat jumpa pers menjelaskan berbagai agenda yang dibahas di pertemuan ini termasuk isu Iran.

Presiden Perancis di jumpa pers ini ketika menjelaskan perundingan dengan Iran mengatakan, ada banyak hal yang masih harus dibicarakan, seperti kesepakatan nuklir (JCPOA) dan sejatinya kami ingin menjalin sebuah kesepakatan nuklir baru dengan Iran.

Macron juga mengklaim, "Kita harus mempersiapkan konsesi ekonomi bagi Iran, misalnya kita alokasikan kredit khusus atau kita membuka kanal bagi aktivitas sektor ekonomi mereka, khususnya sektor minyak."

Sementara itu, Trump kembali menyebut buruk kesepakatan nuklir JCPOA dan mengatakan tengah berusaha meraih sebuah kesepakatan nuklir dengan Iran yang berbeda dengan kesepakatan yang diraih Obama dengan Iran.

Seraya menjelaskan bahwa jika kondisi memungkinkan dirinya akan bertemu dengan presiden Iran dan di sisi lain ia mengancam jika Tehran ingin memproduksi senjata nuklir maka ia akan melawan Iran dan tidak ada opsi lain.

Meski ada penekanan petinggi Eropa dan AS, Republik Islam Iran berulang kali menyatakan tidak akan bersedia berunding lagi mengenai isu nuklir.

Tehran menilai solusi untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir adalah kembalinya AS ke JCPOA dan komitmen seluruh petinggi Eropa terhadap komitmen mereka di kesepakatan nuklir.

Amerika Mei 2018 dengan melanggar resolusi Dewan Keamanan keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan kembali menerapkan sanksi ilegal terhadap Tehran. (MF)