Turki Siap Serang Utara Suriah
-
Tentara Turki
Departemen Pertahanan Turki dalam statemennya mengkonfirmasi kesiapan operasi militer di utara Furat dengan tujuan apa yang diklaim sebagai pembentukan zona aman dan jalur penyeberangan perdamaian di utara Suriah.
Mesin-mesin propaganda perang Turki selama beberapa hari lalu aktif menyiarkan serangan mendatang militer negara ini ke utara Suriah.
Di sisi lain, keputusan Presiden AS Donald Trump menarik pasukannya dari wilayah konflik di utara Suriah dan pengumuman dihentikannya dukungan Washington kepada kelompok Kurdi yang ditempatkan di wilayah ini mendorong sikap Ankara semakin serius untuk memulai operasi ini.
Operasi militer Turki di timur Furat dapat disebut sebagai operasi terbesar negara ini untuk menghancurkan kelompok Kurdi anti Ankara. Turki yang senantiasa merasa terancam oleh Kurdi, kali ini ketika pemerintah Damaskus sibuk memberantas kelompok teroris berusaha menghapus kekhawatirannya tersebut.
Pemerintah Erdogan yang secara praktis kehilangan peluang untuk meraih solusi damai menyelesaikan friksinya dengan kelompok sparatis Kurdi, menerima biaya besar untuk sebuah operasi besar-besaran sehingga dengan anggapannya mampu mencabut ancaman terpenting bagi Turki.
Poin yang patut dicatat di sini adalah upaya Erdogan untuk mengaitkan langkahnya ini dengan upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah. Namun realitanya adalah langkah Turki sampai saat ini malah memperparah krisis di Suriah. Erdogan selama tahun-tahun pertama perang di Suriah dengan mendukung kelompok teroris telah mempersiapkan peluang bagi kian rumitnya krisis.
Dukungan Ankara kepada berbagai kelompok teroris termasuk Ahrar al-Sham dan Front al-Nusra serta dukungan logistik, finansial dan pelatihan kepada fenomena buruk ini senantiasa menuai respon keras dan penentangan serius dari petinggi Damaskus.
Kini Turki mengklaim untuk mengontrol krisis yang ia mulai sendiri, berencana melancarkan serangan ke timur Furat. Memahami poin ini sangat penting bahwa serangan Turki ke timur Furat selain melanggar hukum internasional juga dapat menciptakan krisis yang tidak dapat diprediksi di mana mungkin kelompok Kurdi akan semakin berbahaya.
Serangan Turki ke timur Furat juga akan memicu gelombang pengungsian di dalam negeri dan dapat mengubah susunan demografi di kawasan serta meningkatkan potensi kerusuhan etnis di garis perbatasan Turki. Kondisi geografi dan populasi yang mendukung juga akan memungkinkan proses ini merembet ke berbbagai sektor temasuk berbagai wilayah perbatasan Turki dan Irak.
Di sisi lain, pemerintah Turki dengan sengaja menutup matanya atas realita ini bahwa agresi ke wilayah Suriah ketika Damaskus tengah berusaha menghapus teroris dapat membuat kedua negara saling berhadapan dan meningkatnya potensi sebuah perang antar negara.
Ada kekhawatiran juga jika langkah Turki selama beberapa hari ini dapat merusak kesempatan emas kembalinya ketenangan di Suriah dan proses dampai serta demokratis solusi Suriah akan terlambat selama bertahun-tahun. (MF)