Ketika Rusia Mencibir Pengakuan Palsu AS Mendukung Rakyat Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i75850-ketika_rusia_mencibir_pengakuan_palsu_as_mendukung_rakyat_iran
Selama masa kepresidenan Donald Trump, Amerika Serikat semakin menunjukkan sikap permusuhannya kepada bangsa Iran dengan memaksakan tekanan maksimum pada Iran, termasuk sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Nov 22, 2019 14:56 Asia/Jakarta
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Selama masa kepresidenan Donald Trump, Amerika Serikat semakin menunjukkan sikap permusuhannya kepada bangsa Iran dengan memaksakan tekanan maksimum pada Iran, termasuk sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.

Sekalipun demikian, para pejabat senior AS selalu berbicara tentang mendukung rakyat Iran. Ini telah mendorong respons kritis dari Rusia, sehingga Moskow mengatakan pihaknya "terpana" oleh klaim dukungan AS bagi rakyat Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Kamis, 21 November, dalam menanggapi klaim Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk mendukung rakyat Iran, mengatakan, "Washington bertanggung jawab atas sebagian besar masalah negara Iran saat ini."

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Zakharova mengatakan, "Klaim Pompeo mengejutkan kami karena sebagian besar hal yang memicu ketidakpuasan dan masalah lain di Iran adalah tindakan yang diambil oleh AS sendiri terhadap Republik Islam Iran."

Zakharova mencatat bahwa menerima obat-obatan, makanan, dan barang-barang penting lainnya adalah hak rakyat Iran, dan bahwa AS telah melanggar hak-hak ini melalui tindakannya.

Menyusul aksi kerusuhan baru-baru ini di Iran, pemerintah Trump, yang telah menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dan penerapan sanksi sepihak yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran, telah muncul dalam peran simpatik terhadap rakyat Iran dan mengklaim khawatir tentang apa yang terjadi di Iran.

Dalam sebuah pesan Twitter hari Sabtu, 16 November, Pompeo mengklaim dukungan Washington bagi rakyat Iran dan mengatakan bahwa Amerika Serikat mendengar suara rakyat Iran dan mendukung mereka.

Sementara itu, pemerintah Trump telah memfokuskan upayanya pada peningkatan tekanan pada Iran untuk memaksa Tehran tunduk pada tuntutan tidak sah Washington.

Tekanan-tekanan ini telah membuat sulit untuk menjual dan mendistribusikan obat-obatan serta barang-barang kemanusiaan ke Iran, dan banyak pasien, terutama mereka yang menderita penyakit yang sulit disembuhkan di Iran yang menderita.

Pada saat yang sama, Trump telah memberlakukan pembatasan ketat pada masuknya warga negara Iran ke Amerika Serikat, yang benar-benar bertentangan dengan klaim Pompeo untuk mendukung rakyat Iran. Ini berarti bahwa pendekatan ganda AS dalam berurusan dengan negara Iran telah sepenuhnya dipertimbangkan oleh Rusia.

"Di satu sisi, Washington setidaknya secara verbal mendukung keinginan rakyat Iran, dan di sisi lain, melakukan segala yang mereka bisa untuk membuat rakyat negara ini menderita," ungkap Zakharova.

Trump telah memasuki perang ekonomi yang bertujuan menciptakan kemiskinan luas dan munculnya kerusuhan di Iran dengan mengumumkan penarikan diri AS dari JCPOA dan menghidupkan kembali sanksi nuklir terhadap Iran. Ia dan para pejabat senior AS lainnya telah berulang kali berbicara tentang perlunya tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Iran, sehingga menurut mereka, berusaha menempatkan warga Iran dan Republik Islam dalam kerangka "kebijakan kemiskinan dan pemberontakan".

Masalah ini menunjukkan kedengkian luar biasa Trump terhadap rakyat Iran karena gagal membujuk orang-orang Iran untuk mencoba mengalahkan Republik Islam Iran.

Meskipun tekanan AS belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi bangsa Iran telah secara konsisten menolak tekanan-tekanan ini selama empat dekade terakhir. Ini adalah masalah yang bahkan diakui oleh para analis Amerika.

Pawai rakyat Tehran menolak pelaku kerusuhan

Dalam sebuah artikel tentang kebijakan pemerintahan Trump tentang Iran, yang dirilis situs berita dan analisa The National Interest hari Kamis, 21 November, menggambarkan "Kampanye Tekanan Maksimum," sebagai strategi yang gagal dan menekankan, Tehran tidak akan menyerah pada tekanan Washington. Menurut situs ini, apa yang seharusnya tidak dilakukan Amerika Serikat adalah melanjutkan situasi saat ini. "Tekanan maksimum adalah kebijakan bangkrut".

Pendekatan pemerintah Trump ke Iran menegaskan bahwa ia tidak memiliki pengetahuan nyata tentang Iran. Pengalaman empat puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa ketika tekanan asing terhadap Iran meningkat, telah terjadi peningkatan persatuan dan solidaritas di dalam negeri Iran.